SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2009

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

EKSPEKTASI SISWA, GURU, DAN KEPALA SEKOLAH TERHADAP PENYELENGGARAAN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING DI SMA NEGERI 1 SUMENEP

RIYANTI UTAMI

Abstrak


ABSTRAK

 

 

Utami, Riyanti. 2009. Ekspektasi Siswa, Guru, Dan Kepala Sekolah Terhadap Penyelenggaraan Layanan Bimbingan Dan Konseling Di SMA Negeri 1 Sumenep. Skripsi, Jurusan Bimbingan Konseling Dan Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. H. M. Ramli, M.A, (II) Drs.H. Moh. Bisri. M.Si.

 

Kata kunci: Ekspektasi, Siswa, Guru, Kepala Sekolah, Bimbingan dan Konseling

 

Layanan Bimbingan dan Konseling merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari keseluruhan program pendidikan. Bimbingan dan Konseling sangat dibutuhkan peranannya dalam rangka membangun pribadi yang utuh melalui pendidikan formal. Maka dari itu peneliti dalam penelitian ini bertujuan (1) untuk mengetahui ekspektasi siswa terhadap penyelenggaraan program layanan bimbingan dan konseling di SMA Negeri 1 Sumenep, (2) ekspektasi guru terhadap penyelenggaraan program layanan bimbingan dan konseling di SMA Negeri 1 Sumenep, (3) ekspektasi kepala sekolah terhadap penyelenggaraan program layanan bimbingan dan konseling di SMA Negeri 1 Sumenep. Rancangan atau desain penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini yaitu siswa, guru, dan kepala sekolah di SMA Negeri 1 Sumenep. Adapun teknik pengambilan sampelnya menggunakan teknik random sampling atas dasar himpunan cluster random sampling. Instrumen pengumpulan data yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah angket atau kuesioner (questionnaires). Sebagai alat bantu dalam analisis data, peneliti menggunakan persentase (%).

Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa siswa, guru, dan kepala sekolah mempunyai ekspektasi yang sangat tinggi terhadap penyelenggaraan layanan bimbingan dan konseling di SMA Negeri 1 Sumenep. Dari hasil penelitian ini, maka saran yang dapat peneliti berikan yaitu: (a) kepala sekolah sangat mengharapkan penyelenggaraan layanan bimbingan dan konseling, maka dari itu kepala sekolah hendaknya memberikan dukungan yang serius dan sistematis terhadap penyelenggaraan program bimbingan dan konseling, seperti dalam menyediakan sarana dan prasarana bimbingan dan konseling,  karena dengan dukungan aktif  kepala sekolah sangat menentukan kelancaran program bimbingan dan konseling, (b) ekspektasi siswa, guru dan kepala sekolah sebagian besar sangat mengharapkan penyelenggaraan layanan bimbingan dan konseling, maka dari itu konselor harus lebih aktif dan kreatif dalam melaksanakan layanan bimbingan dan konseling, macam-macam kegiatan pendukung, dan sarana dan prasarana bimbingan dan konseling, sehingga layanan bimbingan dan konseling benar-benar sesuai dengan kebutuhan siswa, (c) guru sebagian besar mengharapkan penyelenggaraan layanan bimbingan dan konseling, maka dari itu guru hendaknya membantu dalam penyelenggaraan layanan bimbingan dan konseling agar layanan bimbingan dan konseling dapat berjalan dengan lancar.