SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2009

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

KOMPARASI MINAT REKREATIF DAN MINAT BELAJAR ANTARA SISWA LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN DI SMA NEGERI 2 MALANG

Riska Febriyanti

Abstrak


ABSTRAK

 

Febriyanti, Riska. 2009. Komparasi Minat Rekreatif dan Minat Belajar Antara Siswa Laki-laki dan Perempuan di SMA Negeri 2 Malang. Skripsi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. H. Widada, M. Si, (2) Dr. Andi Mappiare A.T, M. Pd.

 

Kata kunci: Minat rekreatif, minat belajar, laki-laki, perempuan.

 

             Adanya perbedaan tingkah laku antara laki-laki dan perempuan bukanlah semata-mata karena perbedaan jenis kelamin. Mungkin yang dapat membedakan antara laki-laki dan perempuan adalah dalam hal peranan dan perhatiannya terhadap sesuatu pekerjaan, hal ini merupakan akibat pengaruh kultural. Adanya konsep tentang gender yang kadang disamakan dengan konsep jenis kelamin seringkali menimbulkan dampak tertentu bagi kedua jenis kelamin tersebut yang pada akhirnya juga dapat mempengaruhi adanya perbedaan minat antara laki-laki dan perempuan.

            Tujuan penelitian adalah untuk: (1)  memperoleh gambaran mengenai sebaran minat rekreatif siswa laki-laki dan perempuan di SMA Negeri 2 Malang, (2)  memperoleh gambaran mengenai sebaran minat belajar siswa laki-laki dan perempuan di SMA Negeri 2 Malang, (3) memperoleh gambaran mengenai perbedaan minat rekreatif antara siswa laki-laki dan perempuan di SMA Negeri 2 Malang dan (4) memperoleh gambaran mengenai perbedaan minat belajar antara siswa laki-laki dan perempuan di SMA Negeri 2 Malang.

            Rancangan penelitian yang digunakan adalah deskriptif komparatif. Populasi penelitian adalah siswa SMA Negeri 2 Malang kelas X dan XI. Teknik pengambilan sampel menggunakan sampling nonprobabilitas, yaitu sampling kebetulan atau sampling seadanya. Pengumpulan data menggunakan alat ukur angket tertutup dengan klasifikasi untuk angket minat rekreatif berupa option a, b, c, dan d, sedangkan untuk minat belajar dengan klasifikasi selalu, sering, kadang, dan tidak pernah. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis persentase dan Uji-t.

            Dari hasil penelitian di SMA Negeri 2 Malang menunjukkan bahwa (1) siswa laki-laki memiliki minat rekreatif relatif lebih tinggi dibandingkan dengan siswa perempuan, (2) untuk minat belajar, siswa laki-laki dan perempuan relatif memiliki minat belajar yang hampir sama, (3) hasil analisis Uji-t untuk minat rekreatif diperoleh nilai t-hitung sebesar 3, 184 dengan koefisien probabilitas error (p) 0,000. Dengan nilai p < 0,05 maka Ho ditolak dan H1 diterima yang dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan minat rekreatif antara siswa laki-laki dan perempuan di SMA Negeri 2 Malang, dan (4) untuk minat belajar diperoleh nilai t 1,936 dengan koefisien probabilitas error (p) 0,056. Dengan nilai p > 0,05 maka dalam hal ini Ho diterima dan H1 ditolak, yang berarti tidak ada perbedaan minat belajar antara siswa laki-laki dan perempuan di SMA Negeri 2 Malang.

            Sehubungan dengan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka saran yang ingin penulis sampaikan, kepada 1) Konselor, sebagai bahan informasi bagi siswa baik dalam bidang pribadi, sosial, belajar, dan karir, dapat memberikan pengetahuannya dalam hal peningkatan minat belajar sehingga siswa yang memiliki minat belajar rendah dapat termotivasi untuk meningkatkan minat belajarnya, karena pada dasarnya baik siswa laki-laki maupun perempuan memiliki minat belajar yang sama. Selain itu konselor juga dapat memberikan informasi mengenai penyaluran yang tepat sehubungan dengan minat rekreatif yang dimiliki siswa, 2) Guru, selain berusaha untuk menciptakan suasana yang mendukung minat belajar siswa juga perlu memperhatikan minat rekreatif yang mungkin juga dimiliki oleh siswanya sehingga dapat mengerti keadaan siswa dan dapat memberikan pengarahan yang tepat serta metode pembelajaran yang efektif, 3) Siswa, dengan minat rekreatif yang dimilikinya agar berusaha menyalurkannya dengan baik sehingga tidak mengganggu kegiatan belajarnya. Selain itu siswa juga perlu untuk selalu meningkatkan dan mempertahankan minat belajarnya sehingga mampu bersaing untuk memperoleh prestasi yang terbaik, 4) Peneliti lain, yang tertarik untuk melakukan penelitian lanjutan hendaknya memperluas ruang lingkup penelitian yang memiliki latar belakang sekolah yang berbeda seperti SMA, MAN atau SMK.