SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2011

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Hubungan Antara Penalaran Moral dengan Sikap Terhadap Perilaku Seks Pranikah Pada Remaja Putri

Angelita Pricylia

Abstrak


ABSTRAK

 

Pricylia, Angelita. 2011. Hubungan Antara Penalaran Moral Dengan Sikap Terhadap Perilaku Seks Pranikah. Skripsi. Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra Sri Weni M, Si., Ika A. Farida, M. Psi

 

Kata kunci : penalaran moral, sikap terhadap perilaku seks pranikah, , remaja putrid

 

Sebagai remaja usia 16-17 tahun, siswi kelas X dan XI IPA SMAN 7 Malang mulai menunjukkan ketertarikan dengan lawan jenis dan mulai menjalin hubungan, sehingga mereka diperlukan informasi yang bertanggung jawab mengenai reproduksi sehat. Atas dasar pertimbangan dari pengamatan ini, banyak siswa dipandang perlu mendapatkan tambahan wawasan yang lebih detail tentang hubungan antara laki-laki dengan perempuan, dan mengenai bagaimana pergaulan atau pacaran yang sehat. Dari hasil survei yang dilakukan BKKBN tahun 2008 menyatakan 63 persen remaja di beberapa kota besar di Indonesia telah melakukan seks pranikah. Semua ini dapat terjadi karena kepribadian dan tingkat penalaran moral siswa yang kurang baik. Keberhasilan perkembangan penalaran moral remaja di masyarakat ikut menentukan keberhasilan remaja dalam menentukan pola pergaulannya di masyarakat.

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dan korelasional. Analisis penelitian menggunakan korelasi Spearman karena kedua datanya ordinal. Populasi penelitian adalah siswi kelas X dan XI IPA SMAN 7 Malang tahun ajaran 2011/2012 yang berusia 16-17 tahun, dan sedang berpacaran. Populasi yang ada dalam penelitian ini berjumlah 88 siswi yang dibagi menjadi dua ; subyek Try Out sebanyak 30 siswi dan sampel sebanyak 58 siswi. Penelitian ini mengggunakan keseluruan populasi. Alat pengumpul data yang digunakan adalah angket pengungkap pendapat tentang masalah-masalah sosial dan skala sikap terhadap perilaku seks pranikah.

Dari hasil penelitian diketahui subyek berada pada tahapan keempat yaitu berorientasi pada hukum dan kepatuhan, sedangkan sikap terhadap perilaku seks pranikah berada pada tingkatan sangt rendah. Berdasarkan hasil penelitian ini diperoleh nilai Koefisien Korelasi -0,168; p > 0,05, dengan signifikansi 0,209 yang berarti tidak signifikan. Berdasarkan perhitungan korelasi tersebut dapat disimpulkan tidak ada hubungan antara penalaran moral dengan sikap remaja terhadap perilaku seks pranikah pada siswi kelas X dan XI jurusan IPA SMAN 7 Malang tahun ajaran 2011/2012

Berdasarkan hasil penelitian maka peneliti mengajukan beberapa saran : Tingkat penalaran moral  pada subyek termasuk kategori sedang dan perilaku seks pranikah termasuk dalam kategori sangat rendah. Dengan demikian siswa harus bisa mempertahankan sikap negatif terhadap perilaku seks pranikah dan meningkatkan penalaran moral yang dimiliki. Hal ini dapat dilakukan dengan cara meningkatkan kesadaran dalam menentukkan sikap terhadap perilaku seks pranikah sesuai dengan ajaran agama, dan tidak terburu-buru dalam mengambil suatu keputusan