SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2011

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PERBEDAAN KEPERCAYAAN DIRI PADA REMAJA YANG AKTIF DAN YANG TIDAK AKTIF DALAM ORGANISASI OSIS DI SMA NEGERI SE-KOTA MALANG

Angga Guriang

Abstrak


ABSTRAK

 

Guriang, Angga. 2011. Perbedaan Kepercayaan Diri Siswa yang Aktif dan yang Tidak Aktif Dalam Organisasi OSIS di SMA Negeri Se-Kota Malang. Skripsi. Program Studi Psikologi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Dr. H. Adi Atmoko, M.Si  (II) Anies Syafitri, S.Psi, M.Psi, Psikolog.

 

Kata Kunci : kepercayaan diri, remaja, OSIS.

 

Remaja adalah masa yang penuh dengan permasalahan. Kepercayaan diri merupakan permasalahan yang dialami oleh para remaja pada umumnya. Remaja berusaha untuk menemukan jati dirinya dengan kata lain individu mengalami krisis identitas, remaja membutuhkan interaksi dengan orang lain dalam proses pencarian jati diri, yaitu teman sebaya,  sekolah,  orang tua maupun masyarakat. Bentuk interaksi remaja di  sekolah salah satunya dengan mengikuti organisasi yang ada di sekolah, salah satunya melalui OSIS.

Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui perbedaan kepercayaan diri pada remaja SMA yang aktif dan yang tidak aktif dalam organisasi OSIS. Penelitian kuantitatif ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif komparatif. Sampel penelitian sebanyak 228 siswa, diambil dengan teknik cluster random sampling dari populasi sasaran dalam penelitian ini sebanyak 4808 siswa yang berada di SMAN 4, 2, 8, 7, dan 10 Malang. Data kepercayaan diri diambil dengan metode likert. Reliabilitas skala kepercayaan diri sebesar 0,864. Data hasil penelitian dianalisis dengan teknik independent sample t-test.

Hasil penelitian menunjukan bahwa : (1) Remaja aktif dan tidak aktif OSIS di SMA Negeri se-Kota Malang memiliki kepercayaan diri yang cenderung tinggi. (2) Dari hasil keseluruhan penelitian, ditemukan hasil ”ada perbedaan kepercayaan diri remaja yang akif dan yang tidak aktif OSIS di SMA Negeri Se-Kota Malang”.

Disarankan kepada : (1) sekolah agar dapat memberikan fasilitas yang dapat meningkatkan kepercayaan diri pada siswa dengan mengembangkan kegiatan OSIS serta ekstrakulikuler dan mengadakan kegiatan outbound. (2) remaja hendaknya lebih meningkatkan kepercayaan dirinya agar dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan di sekitarnya dan di lingkungan sekolah yaitu dengan mengikuti kegiatan ekstrakulikuler yang terdapat di sekolahnya, serta mengikuti seminar-seminar yang berhubungan dengan penigkatan kepercayaan diri. (3) untuk peneliti selanjutnya hendaknya menumbuhkan atau lebih mengembangkan teori mengenai kepercayaan diri sehingga hasil penelitian menjadi lebih detail dan akurat, serta membuat instrumen penelitian dengan pernyataan-pernyataan yang lebih cermat agar hasil peneltian yang diperoleh sesuai dengan tujuan dan harapan.