SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2009

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

KORELASI ANTARA SELF ESTEEM DENGAN PERILAKU ASERTIF SISWA SMPN 20 MALANG

fatma anggraini

Abstrak


ABSTRAK
Anggraini, Fatma. 2009. “Korelasi Antara Self- Esteem dan Perilaku Asertif
Siswa SMP N 20 Malang” Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling FIP
Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Widada, M.Si (II) Drs. M.
Bisri, M.Si
Kata Kunci : Konsep Diri, Self- Esteem, Perilaku Asertif
Self- Esteem adalah suatu perasaan dan perilaku yang diwujudkan
seseorang berdasarkan hasil penilaian terhadap dirinya.
Perilaku asertif adalah perilaku individu yang mampu mengekspresikan
perasaan, baik positif maupun negatif dan mampu mengungkapkan pikirannya
secara tegas dan bebas dengan tetap memperhatikan perasaan orang lain. Secara
sederhana perilaku asertif dapat dinyatakan sebagai kemampuan untuk
menyatakan dirinya tanpa mengganggu atau merugikan orang lain
Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian Deskriptif Korelasi yang
bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan yang signifikan antara
Self- Esteem dan Perilaku Asertif. Adapun instrumen yang digunakan dalam
penelitian ini adalah menggunakan angket, dan sampel yang digunakan adalah
siswa- siswi SMP N 20 Malang kelas VIII yang berjumlah 80 siswa. untuk
memperoleh gambaran tentang Self- Esteem menggunakan rumus Product
Moment untuk pengujian hipotesisnya kerena bila analisis yang dilakukan adalah
uji korelasi antara dua variabel yang berskala interval atau rasio maka dapat
dipilih Korelasi Product Moment .
Dalam penelitian ini Ho diterima dan Ha ditolak dengan P = 0,08 > 0,05
walaupun peneliti telah menjabarkan bahwa terdapat teori yang menjelaskan
adanya korelasi antara Self- Esteem dan Perilaku Asertif ini tetapi dalam
prakteknya di SMP N 20 Malang tidak menemukan adanya indikasi terdapat
korelasi yang signifikan antara kedua variabel, hal ini dikarenakan oleh pengaruh
lingkungan sekolah yang tidak mendukung, seperti teman sebaya hal ini membuat
siswa yang sebenarnya memilki Self- Esteem yang tinggi tetapi belum tentu
memilki Perilaku Asertif yang tinggi pula. Seseorang yang dinilai baik oleh
lingkungannya belum tenttu bisa mempertahankan hak, dan secara tegas
memberikan penolakan terhadap hal- hal yang tidak baik seperti membolos, usil,
menyontek dll.
Harapan dari penelitian ii adalah jika Self- Esteem dari seseorang tinggi,
maka diharapkan seseorang tersebut memiliki Perilaku Asertif yang tinggi pula,
namun dalam penelitian ini tidak menyebutkan adanya hubungan yang signifikan
antara kedua variabel, jadi diharapkan untuk penelitian selanjutnya diharapkan
untuk memperhatikan faktor- faktor yang dapat mempengaruhi kedua variabel,
dan memperhatikan peran siswa yang memiliki Self- Esteem dan Perilaku yang
rendah, tinggi dan cukup. Selain itu diharapkan penelitian ini dapat diteliti dengan
menggunakan menggunakan metode penelitian kualitatif, untuk menjadi alternatif
pilihan metode penelitian yang memungkinkan mengasilkan penelitian yang lebih
sempurna