SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2011

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Huhungan Antara Body Image dan Self Esteem Pada Remaja Akhir

Risalatur Roshida

Abstrak


ABSTRAK

 

Roshida, Risalatur. 2011. Hubungan antara Body Image dengan Self Esteem pada Remaja Akhir. Skripsi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Endang Prastuti, M.Si. (2) Nur Eva, S.Psi., M.Psi.

 

Kata kunci: body image, self esteem

 

Body image adalah sikap seseorang terhadap tubuhnya secara sadar dan tidak sadar yang mencakup persepsi dan perasaan tentang ukuran, bentuk, fungsi, penampilan dan potensi tubuh saat ini dan masa lalu yang secara berkesinambungan dimodifikasi dengan pengalaman baru setiap individu. Self esteem adalah hasil evaluasi individu terhadap dirinya sendiri yang merupakan sikap merasa mampu, berarti, berhasil dan berharga.

Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif dan korelasional. Populasi penelitian adalah remaja akhir perempuan angkatan 2009 Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Brawijaya Malang sebanyak 147 orang.

Sedangkan sampel yang digunakan sebanyak 50 orang yang terdiri dari mahasiswi kelas Public Relations, Komunikasi Bisnis dan Komunikasi Massa. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah random sampling karena peneliti mencampur subjek-subjek di dalam populasi sehingga semua subjek di dalam populasi dianggap sama. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan skala body image dan skala self esteem dengan menggunakan model skala Likert. Uji validitas yang digunakan adalah korelasi Product Moment dan uji reliabilitas yang digunakan adalah alpha Cronbach.

Berdasarkan pengujian hipotesis hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa remaja akhir umumnya memiliki body image dengan klasifikasi sedang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 14 orang (28 %) memiliki body image dengan  klasifikasi tinggi, sebanyak 22 orang (44%) termasuk memiliki body image klasifikasi sedang, dan 14 orang (28%) memiliki body image termasuk dalam klasifikasi rendah. Sedangkan untuk self esteem umumnya termasuk dalam klasifikasi tinggi, yakni sebanyak 18 orang (36%). Sedangkan 17 orang (34%) memiliki self esteem termasuk dalam klasifikasi sedang dan 15 orang (30%) memiliki self esteem yang termasuk dalam klasifikasi rendah.  Terdapat hubungan yang positif antara body image dengan self esteem yang ditunjukkan dengan nilai r = 0,337 ; p = 0,017 < 0,05 ; signifikan.

Berdasarkan hasil penelitian, disarankan kepada remaja akhir yang memiliki body image rendah agar meningkatkan kualitas diri sehingga dapat menciptakan body image yang lebih tinggi yang erat kaitannya dengan self esteem.  Bagi orang tua agar lebih memperhatikan pendidikan kepada anak ketika di rumah sehingga orang tua dapat membimbing serta mengarahkan remaja agar mereka mampu membentuk body image yang positif sehingga dapat menumbuhkan self esteem yang tinggi. Bagi peneliti selanjutnya, lebih memperhatikan karakteristik subjek penelitian, menambah populasi penelitian seperti dengan menambah jumlah subjek penelitian dan mengembangkan wilayah penelitian. Memperhatikan teknik penelitian dan juga menambah instrumen yang digunakan, misalnya dengan wawancara atau observasi.