SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2009

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Hubungan Penyesuaian Diri dengan Kekerasan Teman Sebaya pada Siswa SMK Negeri Kota Probolinggo

Putri Erika Marganingtias

Abstrak


ABSTRAK

 

Marganingtias, Putri Erika. 2009. Hubungan Penyesuaian Diri dengan Kekerasan Teman Sebaya pada Siswa SMK Negeri Kota Probolinggo. Program Studi Psikologi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Adi Atmoko M.Si (2) Fattah Hidayat M.Psi.

 

Kata Kunci : penyesuaian diri, kekerasan teman sebaya.

 

Kemampuan penyesuaian diri menjadi semakin penting manakala anak sudah menginjak masa remaja karena pada masa ini remaja telah memasuki dunia pergaulan yang lebih luas Apabila remaja mengalami kegagalan dalam proses penyesuaian dirinya maka akan menimbulkan rasa rendah diri, merasa dikucilkan dari pergaulan, cenderung berperilaku yang kurang normatif (antisosial) dan melakukan tindak kekerasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) gambaran penyesuaian diri pada siswa, (2) tingkat kekerasan teman sebaya pada siswa, dan (3) hubungan antara penyesuaian diri dengan kekerasan teman sebaya pada siswa SMK Negeri Kota Probolinggo.

Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif dan korelasional dengan besaran populasi sebanyak 2032 siswa SMK Negeri Kota Probolinggo, dan besaran sampel sebanyak 130 siswa yang ditentukan dengan cluster random sampling. Data penyesuaian diri dikumpulkan dengan skala penyesuaian diri (koefisien validitas item antara 0,335 sampai 0,722 dan koefisien reliabilitas item 0,872). Data kekerasan teman sebaya dikumpulkan dengan skala kekerasan teman sebaya (koefisien validitas item antara 0,332 sampai 0,831 dan koefisien reliabilitas item 0,909).

Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif antara penyesuaian diri dengan kekerasan teman sebaya pada siswa SMKN Kota Probolinggo (rxy = -0,968, sig = 0,000 < 0,05). Artinya semakin baik penyesuaian diri siswa maka semakin rendah tingkat kekerasan teman sebayanya, sebaliknya semakin buruk penyesuaian diri siswa maka semakin tinggi tingkat kekerasan teman sebaya. Hasil analsis deskriptif menunjukkan bahwa siswa SMKN Kota Probolinggo yang memiliki penyesuaian diri sangat baik sebanyak 45 orang (34,615%) dan kategori baik sebanyak 85 orang (65,385%). Sedangkan kekerasan teman sebaya pada siswa memiliki kategori sangat rendah sebanyak 128 orang (98,462%) dan kategori rendah sebanyak 2 orang (1,538%).

         Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan kepada : (1) kepala sekolah diharapkan memberi fasilitas kepada siswa untuk menyalurkan bakat dan minat guna mengurangi tindak kekerasan teman sebaya misalnya perlombaan sepak bola, (2) siswa diharapkan mengalihkan dorongan kekerasan yang ada dalam dirinya kepada kegiatan lain yang lebih bermanfaat yaitu mengembangkan hobi dan mengikuti kegiatan ekstrakulikuler di sekolah, dan (3) konselor sekolah diharapkan dapat memberikan informasi kepada siswa mengenai cara pemecahan masalah (problem solving) dan pengambilan keputusan yang tepat untuk mengurangi frustrasi yang dialami oleh siswa.