SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2009

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Hubungan Kecerdasan Emosi dengan Kecemasan Menghadapi Pensiun pada Pegawai Negeri Sipil di Pemerintah Kota Tebing Tinggi Sumatera Utara

Hairani Lubis

Abstrak


ABSTRAK

 

Lubis, Hairani. 2009. Hubungan Kecerdasan Emosi dengan Kecemasan Menghadapi Pensiun pada Pegawai Negeri Sipil di Pemerintah Kota Tebing Tinggi Sumatera Utara. Program Studi Psikologi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Adi Atmoko M.Si, (2) Diantini Ida Viatri S.Psi, M.Si.

 

Kata Kunci : kecerdasan emosi, kecemasan menghadapi pensiun.

 

Pensiun sering ditandai dengan munculnya post power syndrome antara lain kecemasan karena pendapatan berkurang, kehilangan fasilitas dan jabatan, penurunan kesehatan, dan kehilangan relasi sosial.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) gambaran tingkat kecerdasan emosi, 2) gambaran tingkat kecemasan menghadapi pensiun, 3) hubungan kecerdasan emosi dengan kecemasan menghadapi pensiun pada PNS di Pemko Tebing Tinggi.

Desain yang digunakan adalah deskriptif dan korelasional dengan besaran populasi 2967 orang PNS Pemko Tebing Tinggi, dan sampel 50 orang yang ditentukan dengan purposive sampling. Data kecerdasan emosi dikumpulkan dengan skala kecerdasan emosi (koefisien validitas item antara 0,320 sampai 0,829 dan koefisien relibialitas 0,894), data kecemasan menghadapi pensiun dikumpulkan dengan skala kecemasan menghadapi pensiun (koefisien validitas item antara 0,302 sampai 0,823 dan koefisien reliabilitas item 0,948).

Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif antara kecerdasan emosi dan kecemasan menghadapi pensiun pada PNS Pemko Tebing Tinggi (rxy = -0,961 sig = 0,001 < 0,05). Artinya, semakin tinggi kecemasan menghadapi pensiun pada PNS maka semakin rendah kecerdasan emosinya, sebaliknya semakin rendah kecemasan menghadapi pensiun PNS semakin tinggi pula kecerdasan emosinya. Hasil analisis deskriptif menunjukkan sebanyak 43 orang (86%) PNS Pemko Tebing Tinggi memiliki kecerdasan emosi tinggi, 5 orang (10%) kategori sangat tinggi, sebesar 2 orang (6%) kategori rendah, dan sebanyak 34 orang (68%) PNS Pemko Tebing Tinggi memiliki kecemasan menghadapi pensiun rendah, 10 orang (20%) kategori sangat rendah, sebanyak 6 orang (12%) kategori tinggi.

Berdasarkan hasil penelitian disarankan kepada: 1) walikota untuk mengadakan pelatihan kecerdasan emosi untuk mengurangi kecemasan menghadapi pensiun selain pelatihan kewirausahaan dan manajemen stress, 2) PNS yang akan memasuki masa pensiun agar lebih melatih kecerdasan emosi, lebih mengenali dan mengelola emosi diri, memotivasi diri, meningkatkan relasi sosial, 3)  psikolog dapat bekerjasama dengan pemerintah atau instansi yang terkait dengan pensiun dalam mengadakan pelatihan kecerdasan emosi, psikolog sebagai perancang, pemateri, sekaligus pelatih kecerdasan emosi.