SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2011

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Hubungan antara Dukungan Sosial dengan Motivasi Berhenti Merokok pada Remaja Putra di MAN Kota Blitar

Sari Muntiarini

Abstrak


ABSTRAK

 

Muntiarini, Sari. 2011. Hubungan antara Dukungan Sosial dengan Motivasi Berhenti Merokok pada Remaja Putra di MAN Kota Blitar . Skripsi, Program Studi Psikologi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. H. Adi Atmoko, M.Si, (II) Ika Andrini Farida, S.Psi, M.Psi.

 

Kata Kunci : Dukungan Sosial, Remaja Putra, Motivasi Berhenti Merokok

 

Masa remaja adalah masa transisi dari masa anak – anak ke masa dewasa yang diikuti perubahan – perubahan baik fisik, sosial maupun psikologis. Para remaja menyadari bahwa merokok memiliki dampak-dampak negatif yang membahayakan bagi kondisi fisik sehingga ada sebagian dari mereka mengambil keputusan untuk berhenti dari perilaku merokok. Mengambil keputusan untuk berhenti merokok harus didukung oleh motivasi dari diri sendiri dan juga dukungan sosial dari lingkungan sekitarnya.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui : (1) gambaran dukungan sosial, (2) gambaran motivasi berhenti merokok, (3) hubungan antara dukungan sosial dengan motivasi berhenti merokok. Desain yang digunakan adalah deskriptif dan korelasional dengan subjek penelitian sebanyak 53 remaja putra yang diambil dengan teknik Purposive Sampling.  Data dukungan sosial dikumpulkan dengan skala dukungan sosial (koefisien validitas aitem antara 0,380-0,741 dan koefisien reliabilitas instrumen sebesar 0,875), sedangkan data motivasi berhenti merokok dikumpulkan dengan angket motivasi berhenti merokok (koefisien validitas aitem antara 0,405-0,913 dan koefisien reliabilitas instrumen sebesar 0.804).

Hasil penelitian menunjukkan adanya korelasi positif antara dukungan sosial dengan motivasi berhenti merokok (rxy = 0,436 sig 0.001 < 0.05). Artinya, semakin  tinggi tingkat dukungan sosial maka semakin tinggi pula tingkat motivasi berhenti merokok pada remaja putra.

Hasil analisis korelasional didukung dengan hasil analisis deskriptif yang menunjukkan bahwa secara umum remaja putra memiliki tingkat dukungan sosial dalam kategori sedang, sedangkan tingkat motivasi berhenti merokok dalam kategori tinggi.

Disarankan bagi remaja agar mereka bisa mengendalikan dorongan dari lingkungan sekitarnya untuk penggunaan rokok dan ketergantungan rokok. Bagi orang tua memberikan dukungan sosial pada remaja agar termotivasi untuk berhenti merokok. Bagi sekolah memberikan dukungan kepada siswanya untuk berhenti merokok dengan memberikan informasi yang berkaitan dengan merokok. Bagi teman sebaya agar mendukung atas keputusan individu dalam memutuskan untuk berhenti merokok.