SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2011

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Paket Simulasi Pengelolaan Emosi Marah untuk Siswa SMK

Laily Fitri Ardiana

Abstrak


ABSTRAK

 

Ardiana, Laily Fitri. 2011. Pengembangan Paket Simulasi Pengelolaan Emosi Marah untuk Siswa SMK. Skripsi, Program Studi Bimbingan dan Konseling, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Triyono, M.Pd., (II) Dra. Elia Flurentin, M.Pd.

 

Kata Kunci: Simulasi, pengelolaan emosi marah, siswa SMK

 

Masa remaja merupakan masa transisi dari masa kanak-kanak menuju dewasa, sehingga penyesuaian diri terhadap tugas-tugas perkembangan perlu dilakukan oleh remaja. Salah satu karakteristik perkembangan remaja adalah perkembangan emosi. Mencapai kematangan emosional merupakan tugas perkembangan yang sangat sulit bagi remaja, ketidakstabilan emosi dapat menimbulkan permasalahan pada diri remaja. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa salah satu penyebab remaja menjadi nakal adalah karena mengalami gangguan emosi yang menimbulkan rasa tidak aman dan tidak puas terhadap kehidupan sehari-hari. Emosi marah sering dialami remaja akibat dari perubahan fisik dan kelenjar. Emosi marah yang berlebihan meningkat, dengan intensitas terlampau tinggi dan waktu yang terlampau lama akan mengoyak kestabilan.

Permainan simulasi sebagai salah satu teknik pembelajaran di sekolah, memiliki potensi untuk dikembangkan secara menarik untuk meningkatkan keterampilan pengelolaan emosi marah siswa, yang pada penelitian pengembangan ini difokuskan untuk siswa SMK kelas XI.

Tujuan pengembangan ini adalah menghasilkan paket simulasi untuk meningkatkan keterampilan pengelolaan emosi marah untuk siswa SMK yang telah berterima secara teoritik melalui uji ahli dan telah diterima secara praktis melalui uji coba produk terbatas (uji kelompok kecil).

Rancangan penelitian ini adalah penelitian pengembangan prosedural dengan mengadaptasi langkah-langkah dari Borg and Gall. Langkah-langkah dari Borg and Gall yang di adaptasi meliputi: menentukan potensi dan masalah penelitian, mengumpulkan informasi, mendesain produk, validasi desain, uji coba produk terbatas dan revisi produk. Untuk mengetahui paket bimbingan yang diterima secara teoritik maupun praktis dilakukan uji validitas produk kepada ahli BK, ahli media, calon pengguna produk, dan uji coba produk terbatas (kelompok kecil). Instrumen penelitian yang digunakan untuk mengumpulkan data validitas adalah angket format penilaian. Analisis data menggunakan teknik analisis kuantitatif jenis distribusi tunggal mode dan kualitatif deskriptif.

Hasil pengembangan menunjukkan bahwa paket simulasi pengelolaan emosi marah untuk siswa SMK menurut ahli dan calon pengguna produk dari aspek kegunaan diperoleh skor 4 yang berarti paket ini sangat berguna, dari aspek ketepatan diperoleh skor 4 yang berarti sangat tepat, dari aspek kelayakan diperoleh skor 3 yang berarti layak, dan dari aspek kemenarikan diperoleh skor 4 yang berarti sangat menarik. Kesimpulannya, paket simulasi pengelolaan emosi marah untuk siswa SMK ini telah diterima secara teoritis dan praktis.

Berdasarkan hasil pengembangan paket simulasi pengelolaan emosi marah untuk siswa SMK, maka (1) konselor harus memahami prosedur dan materi bimbingan agar siswa dapat mencapai tujuan yang dikehendaki; (2) konselor dapat melengkapi penggunaan paket simulasi pengelolaan emosi marah dengan menggunakan tampilan power point, cerita, film ataupun berita di media cetak yang mendukung topik bimbingan; (3) hendaknya dilakukan revisi terhadap isi paket secara berkelanjutan dan disesuaikan dengan kebutuhan; (4) hendaknya konselor menindaklanjuti hasil simulasi pengelolaan emosi marah dengan melakukan konseling individu atau konseling kelompok apabila diperlukan. Saran bagi pengembang selanjutnya adalah: (1) perlu diadakan uji lapangan dalam skala besar sehingga paket simulasi pengelolaan emosi marah ini benar-benar sesuai dan bermanfaat untuk siswa; (2) disarankan adanya penelitian lebih lanjut mengenai efektivitas penggunaan paket terhadap pemahaman siswa dan kemampuan siswa dalam meningkatkan keterampilan pengelolaan emosi marah; (3) validasi pada ahli media dan ahli materi sebaiknya dilakukan lebih dari satu kali agar produk dapat lebih valid dan sempurna.