SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2011

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Studi media bimbingan untuk pengembangan perilaku etis di SMA/SMK

Erwan Budi Astopo

Abstrak


ABSTRAK

 

Astopo, Erwan Budi. 2011. Studi Media Bimbingan untuk Pengembangan Perilaku Etis di SMA/SMK. Skripsi, Program Studi Bimbingan dan Konseling, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Andi Mappiare-AT, M.Pd., (II) Dr. Triyono, M.Pd.

 

Kata Kunci: Media bimbingan, perilaku etis, siswa

 

Siswa SMA/SMK termasuk dalam jenjang usia remaja. Mereka sangat rentan terhadap pengaruh-pengaruh yang ada dalam lingkungan sekolah maupun lingkungan masyarakat seperti pelanggaran terhadap etika dan norma-norma. Hal ini merupakan suatu gambaran kurangnya pencapaian kemandirian perilaku etis.

Perilaku etis merupakan salah satu dari 11 aspek kemandirian peserta didik. Siswa yang tidak mampu mencapai standar kemandirian perilaku etis maka dapat menimbulkan gangguan pada diri mereka sendiri, lingkungan masyarakat bahkan negara. Selama ini belum ada media bimbingan yang dapat digunakan konselor untuk memberikan bimbingan perilaku etis.

Tujuan pengembangan ini adalah menghasilkan bentuk media dan isi media yang tepat untuk bimbingan perilaku etis untuk siswa SMA/SMK yang dapat diterima oleh konselor dan siswa secara teoritis maupun praktis.

Pengembangan media bimbingan ini menggunakan langkah-langkah model pengembangan Borg and Gall. Langkah-langkah yang dilakukan meliputi: (1) menentukan potensi dan masalah; (2) mengumpulkan informasi; (3) menyusun prototipe media bimbingan; (4) penilaian uji ahli; (5) revisi produk dari uji ahli; (6) uji calon pengguna produk ke-I; (7) revisi produk dari pengguna produk; (8) uji calon pengguna produk ke-II; (8) revisi produk; (9) produk akhir

Untuk mengetahui media bimbingan yang diterima secara teoritik maupun praktis dilakukan uji validitas produk kepada ahli Managemen dan Media BK, ahli Bimbingan Sosial-Pribadi dan Media BK, ahli Konseling Budaya dan Media BK, ahli Bimbingan Konseling Sekolah dan Media BK, dan calon pengguna produk (konselor dan siswa). Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah angket format penilaian. Angket dianalisis dengan menggunakan analisis kualitatif deskriptif.

Hasil pengembangan menunjukkan bahwa bentuk dan isi media bimbingan yang tepat digunakan untuk pengembangan perilaku etis berbentuk “Satuan Media” yang terdiri dari 3 bagian yaitu RPBK (Rancangan Pelayanan Bimbingan dan Konseling) sebagai pegangan konselor merencanakan bimbingan dan konseling untuk Aspek Landasan Perilaku Etis dengan warna cover merah muda. LKBK (Lembar Kerja Bimbingan dan Konseling) sebagai panduan konselor bekerja bersama siswa untuk Aspek 2 dengan warna cover kuning muda. LIBK (Lembar Isian Bimbingan dan Konseling) sebagai panduan siswa bekerja di bawah bimbingan konselor untuk Aspek 2 dengan warna cover hijau muda.

Menurut ahli media bimbingan ini sudah memiliki kriteria valid dan layak. Sedangkan menurut pengguna produk yaitu konselor dan siswa dapat disimpulkan bahwa media bimbingan perilaku etis ini telah memenuhi kriteria sangat memuaskan yaitu pelaksanaannya mudah, jelas, sangat menolong, sangat efektif.

Berdasarkan hasil pengembangan media perilaku etis siswa SMA/SMK, maka (1) konselor hendaknya memahami prosedur bimbingan dan materi bimbingan yang ada pada bagian RPBK agar siswa dapat mencapai tujuan yang dikehendaki; (2) konselor hendaknya melengkapi penggunaan “Satuan Media” bimbingan perilaku etis ini dengan menggunakan paket tambahan; (3) konselor hendaknya melakukan revisi terhadap isi “Satuan Media” bimbingan ini secara berkelanjutan dan disesuaikan dengan kebutuhan; (4) konselor hendaknya memberikan motivasi lebih kepada siswa demi kelancaran dalam bimbingan; (5) konselor hendaknya melihat secara jeli hasil evaluasi diri siswa dan menindaklanjutinya dengan melakukan konseling individu atau konseling kelompok apabila diperlukan.

Saran desiminasi adalah konselor hendaknya mempublikasikan “Satuan Media” ini kepada kepala sekolah, rekan sejawat dan guru. Hal ini dilakukan agar kepala sekolah, rekan sejawat dan guru dapat membantu mengembangkan perilaku etis siswa melalui kegiatan di sekolah. Saran bagi pengembang selanjutnya adalah: (1) dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai efektivitas penggunaan “Satuan Media” bimbingan perilaku etis terhadap pemahaman dan kemampuan siswa dalam berperilaku etis; (2) validasi pada ahli Bimbingan Konseling dan media BK sebaiknya dilakukan lebih dari satu kali agar produk dapat lebih valid dan sempurna.