SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2011

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

STUDI TENTANG MAHASISWA PELAKU HOMOSEKSUAL

FITRIA RIZKI NUGRAHENI

Abstrak


ABSTRAK

 

Nugraheni, Fitria Rizki. 2011. Studi tentang Mahasiswa Pelaku Homoseksual. Skripsi. Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Ella Faridati Zen, M.Pd, (II) Dra. Elia Flurentin, M.Pd.

 

Kata kunci : mahasiswa, homoseksual, pelaku homoseksual

 

Dilatarbelakangi munculnya fenomena komunitas penyuka sesama jenis atau homoseksual yang sering diperbincangkan masyarakat. Hal ini diperkuat dari hasil identifikasi pada sebuah perguruan tinggi di kota Malang, maka dilakukan penelitian untuk mengetahui bentuk perilaku mahasiswa pelaku homoseksual, pemaknaannya terhadap homoseksual dan latar belakang mahasiswa pelaku homoseksual.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Pelaku homoseksual adalah mahasiswa aktif pada perguruan tinggi yang dipilih sebagai lokasi penelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara.

Bentuk perilaku mahasiswa pelaku homoseksual dikategorikan menjadi 3 (tiga) jenis, yaitu perilaku sosial, perilaku seksual dan perilaku akademik. Perilaku sosial mahasiswa pelaku homoseksual aktif dan supel terhadap lingkungan.

Perilaku seksual cenderung menyukai sesama jenis dan dalam berhubungan intim berperan sebagai perempuan (bottom) tetapi juga tidak menutup kemungkinan menjadi laki-laki (top) tergantung selera. Dalam perilaku akademik, mahasiswa pelaku homoseksual cenderung pasif namun bila ditanya dosen dan teman-teman masih bisa menjawab. Nilai akademisnya juga tergolong bagus karena selalu diatas 3,00 meskipun disibukkan dengan aktifitas subyek di bidang seni.

Pemaknaan mahasiswa pelaku homoseksual terhadap perilaku homoseksual yaitu hubungan emosional yang terdiri dari rasa kasih sayang, saling berkorban dan saling memiliki pasangan sesama jenis (laki-laki) yang merujuk kepada hubungan seksual yang menurut mereka aman dan biasa. Ada keinginan subyek untuk sembuh dan membina keluarga serta meneruskan keturunan tetapi subyek masih belum bisa melepaskan diri dari dunia homoseksual. Latar belakang subyek masuk ke dalam dunia homoseksual yaitu pengalaman seksual yang dialami subyek pada masa kecil. Orang tua yang otoriter ataupun yang memberikan kebebasan dalam beraktifitas, peran ibu yang dominan dan ketiadaan figur ayah juga memicu munculnya perilaku homoseksual subyek.

Disarankan bagi Unit Pelayanan Bimbingan dan Konseling untuk mengembangkan usaha preventif dengan memberikan layanan informasi kepada mahasiswa secara umum dan usaha kuratif kepada mahasiswa pelaku homoseksual dengan cara memberikan layanan konseling individu. Bagi peneliti selanjutnya, hasil penelitian ini dapat dijadikan informasi awal untuk mempelajari perilaku mahasiswa homoseksual lebih lanjut serta aspek lain yang terkait.