SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2011

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Paket Bimbingan Keterampilan Interpersonal dalam Membina Hubungan dengan Teman Sebaya di SMA Negeri 1 Malang

Linda Maulidiyah

Abstrak


ABSTRAK

 

Maulidiyah, Linda. 2011. Pengembangan Paket Bimbingan Keterampilan Interpersonal dalam Membina Hubungan dengan Teman Sebaya di SMA Negeri 1 Malang. Skripsi, Program Studi Bimbingan dan Konseling, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Elia Flurentin, M.Pd., (II) Dr. Triyono, M.Pd.

 

Kata Kunci: paket bimbingan, keterampilan interpersonal, teman sebaya.

 

Siswa SMA kelas X menurut rentang usia termasuk masa remaja yang memiliki tugas perkembangan untuk mencapai hubungan yang matang dengan teman sebayanya. Di SMA Negeri 1 Malang terdapat beberapa siswa kelas X yang terlihat sering menyendiri, pemalu, tidak popular, dan tidak begitu banyak teman. Adanya klik atau kelompok kecil di dalam kelas yang cukup banyak membuat siswa sering terlibat konflik, baik dengan sesama anggota klik maupun dengan anggota klik lain.

Berdasarkan data di atas maka dilakukan penelitian pengembangan paket bimbingan keterampilan interpersonal dalam membina hubungan dengan teman sebaya. Tujuan adalah diperoleh deskripsi proporsi kebutuhan siswa terhadap bimbingan keterampilan interpersonal dalam membina hubungan dengan teman sebaya dan dihasilkan paket bimbingan keterampilan interpersonal dalam membina hubungan dengan teman sebaya yang dapat diterima dan bermanfaat secara teoritik dan praktik. Produk pengembangan yang dihasilkan terdiri dari dua bagian yaitu (1) panduan paket bimbingan keterampilan interpersonal dalam membina hubungan dengan teman sebaya untuk konselor sebagai pengguna, dan (2) panduan dan materi paket bimbingan keterampilan interpersonal dalam membina hubungan dengan teman sebaya untuk siswa sebagai pengguna.

Pengembangan paket bimbingan ini mengikuti langkah-langkah model pengembangan Borg dan Gall. Langkah-langkah yang dilakukan meliputi: (1) analisis kebutuhan; (2) menentukan prioritas kebutuhan; (3) merumuskan tujuan; (4) menyusun prototipe paket bimbingan; (5) penilaian uji ahli dan calon pengguna produk; (6) revisi produk dari ahli dan calon pengguna produk; (7) draf paket bimbingan keterampilan interpersonal; (8) uji coba kelompok kecil; (9) revisi produk; (10) produk akhir. Untuk mengetahui paket bimbingan yang diterima secara teoritik maupun praktis dilakukan uji validitas produk kepada ahli BK, ahli media pembelajaran, calon pengguna produk, dan kelompok kecil. Instrumen penelitian yang digunakan untuk mengumpulkan data validitas adalah angket format penilaian. Adapun hasil pengisian angket oleh ahli, calon pengguna produk dan kelompok kecil dianalisis menggunakan teknik analisis kuantitatif jenis tendensi sentral mode dan kualitatif deskriptif.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa membutuhkan bimbingan keterampilan interpersonal dalam membina hubungan dengan teman sebaya. Paket bimbingan keterampilan interpersonal dalam membina hubungan dengan teman sebaya dapat diterima secara teoritik dan praktik. Secara teoritik dapat diketahui melalui hasil uji ahli dengan penilaian sangat tepat, sangat berguna, mudah dan menarik. Secara praktik dapat dilihat dari hasil uji coba calon pengguna produk dan uji kelompok kecil. Hasil uji coba pengguna produk diperoleh penilaian tepat, berguna, sangat mudah dan menarik. Sedangkan hasil uji kelompok kecil diperoleh penilaian tepat, berguna, mudah, dan menarik.

Berdasarkan hasil pengembangan paket bimbingan keterampilan interpersonal dalam membina hubungan dengan teman sebaya, maka (1) konselor hendaknya memahami prosedur bimbingan dan materi bimbingan keterampilan interpersonal; (2) konselor hendaknya melengkapi paket bimbingan dengan tampilan power point; (3) konselor hendaknya merevisi isi paket secara berkelanjutan sesuai dengan kebutuhan; (4) konselor hendaknya menindaklanjuti hasil bimbingan keterampilan interpersonal dengan layanan konseling individual maupun kelompok. Saran desiminasi adalah konselor hendaknya menyelaraskan penggunaan paket bimbingan keterampilan interpersonal dengan materi modul BK dalam memberikan bimbingan secara klasikal di kelas. Hal ini bertujuan agar paket dapat dipelajari oleh seluruh siswa kelas X, bukan hanya siswa yang dipilih dalam uji kelompok kecil. Saran bagi pengembang selanjutnya adalah: (1) hendaknya dilakukan uji lapangan utama; (2) dilakukan penelitian untuk mengetahui efektivitas penggunaan paket bimbingan keterampilan interpersonal terhadap perubahan tingkah laku siswa.