SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2011

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Komitmen Organisasi Dari Pegawai Yang Bermasalah (Studi Kasus Pada Pegawai RSU Dharma)

Maulidah Hasanah

Abstrak


ABSTRAK Hasanah, Maulidah.

Komitmen Organisasi Dari Pegawai Yang Bermasalah (Studi Kasus Pada Pegawai RSU Dharma).

Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang.

Pembimbing : (1) Dr. H. Adi Atmoko, M.Si. (II) Anies Syafitri, S.Psi., M.Psi.

Kata Kunci : Komitmen Organisasi, Affective Commitment, Normative Commitment, Dan Continuance Commitment.

Komitmen organisasi merupakan kepercayaan dan penerimaan orang atas nilai dan tujuan organisasi, sehingga membuat orang itu betah dan tetap ingin bertahan dalam organisasi. Karyawan memiliki komitmen dengan berbagai alasan, dan alasan tersebut merupakan bentuk yang khas dari suatu komitmen. Tiga aspek komitmen yaitu affective commitment, normative commitment, dan continuance commitment.

Affective commitment menggambarkan tingkat dimana karyawan mengidentifikasikan dirinya dengan organisasinya dan loyal terhadap organisasi tersebut. Normative commitment didasarkan pada kewajiban karyawan pada organisasi, dimana secara moral harus dilakukan oleh karyawan tersebut. Continuance commitment didasarkan pada persepsi pekerja dari keuntungan yang diperoleh pada organisasi tersebut, dan kerugian yang berhubungan dengan mencari keanggotaan di organisasi lain.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola perilaku pegawai yang memiliki komitmen rendah terhadap RSU-D ditinjau dari tiga aspek komitmen yaitu affective commitment, normative commitment, dan continuance commitment. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan jenis studi kasus. Subjek dalam penelitian ini adalah pegawai yang memiliki komitmen rendah terhadap RSU-D. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam dan studi dokumen.

Berdasarkan hasil analisis data tersebut diperoleh beberapa kesimpulan yaitu subjek yang memiliki komitmen rendah berkecenderugan untuk keluar dari rumah sakit dengan alasan yang berbeda, memiliki tingkat absensi yang tinggi, malas mengikuti program, kebijakan serta peraturan yang dijalankan oleh pihak RSU-D. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan bagi subjek untuk bisa menjalin komunikasi yang baik antara rekan kerja maupun dengan atasan, dan bagi pihak RSU-D (manajemen) disarankan untuk cepat tanggap dalam menyikapi kebutuhan pegawainya, kebutuhan penyediaan sarana yang memadai bagi kelancaran tugas pegawainya.