SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2011

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENGEMBANGAN MEDIA BIMBINGAN ASPEK PERKEMBANGAN KEMATANGAN EMOSI BAGI SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS

Novarina Dwi Candrasari

Abstrak


ABSTRAK Candrasari, Novarina Dwi. 2011.

Pengembangan Media Bimbingan Aspek Perkembangan Kematangan Emosi bagi Siswa Sekolah Menengah Atas.

Skripsi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang.

 

Pembimbing (I) Dr. Andi Mappiare-AT., M.Pd., (II) Dr. M. Ramli, M.A.

Kata Kunci: Media Bimbingan, Kematangan Emosi.

 

Berdasarkan hasil observasi dan wawancara, diketahui bahwa selain kesurupan, siswa juga sering melakukan perkelahian, serta sangat mudah mengatakan ingin mengakhiri hidup, saat menghadapi masalah. Dalam "Standar Kompetensi Kemandirian Peserta Didik", disebutkan bahwa terdapat sebelas aspek perkembangan yang harus dicapai peserta didik, salah satunya adalah Kematangan Emosi, pada aspek ke-3.

Untuk membantu peserta didik mencapai aspek perkembangan tersebut, tidak hanya dibutuhkan dorongan secara lisan namun dibutuhkan pula media yang dapat dipahami oleh siswa. Tujuan pengembangan media bimbingan aspek perkembangan kematangan emosi bagi siswa Sekolah Menengah Atas ini adalah dihasilkannya suatu deskripsi bentuk media yang dapat membantu siswa mencapai kematangan emosi, dan dihasilkannya media yang dapat diterima secara teoritik dan praktik.

Produk yang dihasilkan dari pengembangan ini terdiri dari tiga bagian yaitu RPBK (Rancangan Pelayanan Bimbingan dan Konseling) sebagai pegangan konselor merencanakan bimbingan dan konseling; LKBK (Lembar Kerja Bimbingan dan Konseling) sebagai panduan konselor bekerja bersama siswa; dan LIBK (Lembar Isian Bimbingan dan Konseling) sebagai panduan siswa bekerja di bawah bimbingan konselor.

Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang menggunakan langkah-langkah pengembangan dari Borg and Gall yang terdiri atas tahap (1) mengumpulkan informasi; (2) perencanaan; (3) mengembangkan bentuk produk awal; (4) uji ahli; (5) revisi hasil uji ahli; (6) uji calon pengguna produk tahap 1; (7) revisi hasil uji calon pengguna produk; (8) uji calon pengguna produk tahap 2; dan (9) revisi produk akhir. Subyek uji ahli adalah ahli konseling budaya dan media BK, ahli bimbingan sosial-pribadi dan media BK, ahli managemen dan media BK, serta ahli bimbingan konseling sekolah dan media BK.

Subyek uji calon pengguna produk tahap 1 adalah konselor dan 10 siswa dari SMAN 1 Lawang dan SMKN 1 Singosari. Subyek uji calon pengguna produk tahap 2 adalah siswa kelas X dari SMAN 1 Lawang dan SMKN 1 Singosari, masing-masing satu kelas. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah skala penilaian disertai kolom komentar. Hasil penyebaran instrumen, dianalisis secara deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan pengembangan diketahui bahwa siswa dapat menerima bentuk media yang terdiri dari LKBK dan LIBK. Selain itu, hasil penelitian juga menunjukkan bahwa sebagian besar siswa merasa terbantu dan mengetahui bagaimana cara mencapai kematangan emosi. Kesimpulan tersebut didasarkan pada analisis komentar dan saran yang dicantumkan siswa pada format penilaian. Setelah melaksanakan rangkaian uji coba yang meliputi uji ahli, uji calon pengguna produk tahap 1 dan 2, dapat diketahui bahwa media yang dikembangkan dapat diterima secara teoritik dan praktik.

Berdasarkan analisis hasil uji ahli diketahui bahwa media ini berada pada kisaran kriteria "cukup hingga sangat valid" untuk form I, dan "cukup hingga sangat layak" untuk form II. Berdasarkan uji calon pengguna produk tahap 1 diketahui bahwa media ini berada pada kisaran kriteria "cukup hingga sangat memuaskan". Sedangkan berdasarkan uji calon pengguna produk tahap 2, diketahui bahwa media ini dinilai "memuaskan hingga sangat memuaskan" oleh para siswa. Saran yang diberikan bagi konselor adalah (1) dalam menggunakan media ini, konselor harus mendampingi dan memandu siswa saat membaca atau mengerjakan tugas dalam media; (2) sebaiknya konselor senantiasa mengembangkan kreatifitas dalam penggunaan media ini; (3) hendaknya konselor menindaklanjuti hasil evaluasi dengan melakukan konseling individu atau konseling kelompok apabila diperlukan.

Saran yang diberikan untuk peneliti selanjutnya adalah (1) disarankan adanya penelitian lebih lanjut mengenai efektifitas penggunaan media terhadap pemahaman konselor dan siswa, serta ketercapaian tujuan bimbingan; (2) validasi pada ahli media sebaiknya dilakukan lebih dari satu kali agar produk dapat lebih valid dan sempurna.