SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2011

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Kemanjuran Relaksasi Otot Dan Time Management Untuk Menurunkan Stres Belajar Siswa Akselerasi Di Asrama MAN Malang 1

MAWAR WILANTI

Abstrak


ABSTRAK

 

Wilanti,  Mawar. 2011. Kemanjuran Relaksasi Otot Dan Time Management Untuk Menurunkan Stres Belajar Siswa Akselerasi Di Asrama MAN  Malang 1. Skripsi, Program Studi Bimbingan dan Konseling Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I): Dr. Hj. Nur Hidayah, M.Pd., (II) Dr. H. Triyono, M.Pd.

 

Kata Kunci: Relaksasi Otot, Time Management, Stres Belajar.

 

Stres secara umum merupakan sesuatu yang tidak terpisahkan dalam kehidupan manusia, bahkan stres merupakan bagian dari kehidupan.  Orang harus tergesa- gesa bangun, membereskan PR, lupa atau tidak sempat untuk sarapan, berlari untuk mengejar kendaraan umum, sekolah atau aktifitas, berkonflik dengan teman atau orang lain, dan lain-lain. Itu semua dapat memunculkan stres. Stres merupakan keadaan yang menuntut pola respon individu karena hal tersebut mengganggu keseimbangannya. Stres Lazarus dan Folkman (1984) diartikan sebagai reaksi fisik dan psikologis terhadap tuntutan hidup yang membebani kehidupan seseorang dan akan mengganggu kesejahteraan hidupnya (dalam Smith,1993).

Salah satu kelompok pelajar yang memiliki tingkat stres yang tinggi adalah siswa akselerasi MAN Malang 1. Stres yang dialami oleh siswa berpengaruh terhadap prestasi belajarnya serta munculnya perilaku yaitu, pikiran negatif terhadap belajar, pemarah, cemas, tidak percaya diri (PD), pemalu, agresif, dan tertutup. Selain itu mereka juga sering merasa kelelahan karena pola full day school yang diterapkan sehingga mereka kurang waktu untuk istirahat. Beban pelajaran anak- anak yang sangat padat, banyak tugas pekerjaan rumah yang harus dibawa pulang, dan adanya harapan serta tuntutan dari guru dan orang tua yang berlebihan, membuat mereka mengalami stres belajar. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kemanjuran  relaksasi otot dan time management untuk menurunkan stres belajar siswa di asrama MAN  Malang 1.

Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen dengan menggunakan desain penelitian One Group Pretest–Posttest Design. Subjek penelitian sebanyak 6 orang adalah siswa akselerasi kelas XI MAN Malang 1 dengan tingkat stres belajar tinggi. Penelitian ini menggunakan inventori stres belajar yang merupakan hasil adopsi dari disertasi Farida Aryani. Panduan pelaksanaan relaksasi otot dan time management yang digunakan dalam penelitian ini telah dikonsultasikan dan disimulasikan kepada pembimbing. Hasilnya menunjukkan dinilai pantas, efektif, dan berguna.

Kegiatan penelitian diawali dengan pemberian pretest. Pretest diberikan untuk mengetahui tingkat stres belajar yang dimiliki siswa sebelum pelaksanaan treatment. Treatment  diberikan dalam rangkaian konseling kelompok dengan enam kali jumlah pertemuan yang masing- masing berdurasi 40menit setiap pertemuannya. Rangkaian kegiatan penelitian ditutup dengan pemberian posttest dengan memberikan kembali inventori stres belajar. Hal ini dilakukan untuk mengetahui tingkat stres belajar yang dimiliki siswa pasca treatment.

Hasil eksperimen lapangan menunjukkan bahwa relaksasi otot dan time management manjur untuk menurunkan stres belajar siswa akselerasi kelas XI MAN Malang 1 khususnya yang tinggal di asrama. Data penelitian ini dianalisis dengan metode statistik non parametrik, Uji Wilcoxon. Hasil analisis Uji Wilcoxon subyek penelitian menunjukkan nilai Exact.Sig. (2-tailed)/significance untuk uji dua sisi adalah 0.027(di bawah 0.05) sehingga dapat disimpulkan ada perbedaan yang signifikan.Sehingga dapat disimpulkan bahwa hipotesis kerja diterima, ada perbedaan yang signifikan antara skor  pretest dan posttest pada subyek penelitian. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa treatment relaksasi dan time management manjur untuk menurunkan stres belajar pada siswa akselerasi MAN Malang 1 khususnya yang tinggal di asrama.

Berdasarkan hasil dari penelitian ini dapat dijadikan acuan oleh konselor sekolah untuk membantu siswa menurunkan stres belajar yang dialami dengan menggunakan teknik relaksasi otot dan time management, dengan terlebih dahulu memperhatikan beberapa hal- hal seperti: kesiapan konselor, kesiapan siswa, dan ketersediaan waktu (banyaknya frekuensi pertemuan konseling).