SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2011

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Pedoman Pelaksanaan Model Sosiodrama untuk Meningkatkan Rasa Percaya Diri Siswa Kelas VII di SMP Negeri 20 Malang.

MUTHMAINNAH WAHYUNINGTYAS

Abstrak


ABSTRAK

 

Wahyuningtyas, Muthmainnah. 2011. Pengembangan Pedoman Pelaksanaan Model Sosiodrama untuk Meningkatkan Rasa Percaya Diri Siswa Kelas VII di SMP Negeri 20 Malang. Skripsi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Elia Flurentin, M.Pd, (II) Dra. Ella Faridati Zen, M.Pd.

 

Kata Kunci: pengembangan, pedoman sosiodrama, rasa percaya diri

 

Kepercayaan diri merupakan awal keberhasilan untuk meraih kesuksesan. Tanpa kepercayaan diri seseorang tidak akan berani mengambil inisiatif untuk bertindak dan melakukan hal-hal baru yang akan mengantarkannya pada kesuksesan. Rasa percaya diri termasuk dalam keterampilan hidup yang dapat dibelajarkan dan ditingkatkan di sepanjang rentang kehidupan individu. Proses pembelajaran keterampilan-keterampilan hidup dapat dilakukan di lingkungan manapun, salah satunya di lingkungan sekolah. Sosiodrama sebagai salah satu teknik bimbingan dalam bimbingan kelompok yang berbentuk permainan peran di sekolah, memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi sebuah pedoman pelaksanaan model sosiodrama untuk meningkatkan rasa percaya diri siswa, yang pada penelitian pengembangan ini difokuskan untuk siswa kelas VII Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan pedoman pelaksanaan model sosiodrama untuk meningkatkan rasa percaya diri siswa Kelas VII SMP yang telah berterima secara teoretis melalui uji ahli dan telah berterima secara praktis melalui uji coba produk terbatas (uji lapangan terbatas).

Rancangan penelitian pengembangan ini menggunakan model pengembangan prosedural dengan mengadaptasi langkah-langkah dari Borg dan Gall yang meliputi: menentukan potensi dan masalah penelitian, mengumpulkan data, mendesain produk, validasi desain, revisi desain, uji coba produk dan revisi produk. Penelitian dilakukan kepada siswa kelas VII di SMP Negeri 20 Malang. Untuk mengetahui pedoman pelaksanaan model sosiodrama yang diterima secara teoretis maupun praktis dilakukan uji validitas produk kepada ahli BK, ahli drama, calon pengguna produk (konselor), dan uji lapangan terbatas. Instrumen penelitian yang digunakan untuk mengumpulkan data validitas adalah format penilaian. Adapun hasil pengisian format penilaian oleh ahli, calon pengguna produk (konselor), dan uji lapangan terbatas kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif dan analisis kualitatif.

Berdasarkan penilaian para ahli, pedoman pelaksanaan model sosiodrama ini berterima secara teoretis. Hal ini dapat diketahui dari hasil penilaian para ahli pada aspek spesifikasi produk yang menyatakan bahwa pedoman pelaksanaan model sosiodrama untuk meningkatkan rasa percaya diri siswa kelas VII di SMP Negeri 20 Malang sudah sangat baik sebagai pedoman untuk melaksanakan layanan bimbingan untuk meningkatkan rasa percaya diri siswa. Hasil penilaian para ahli secara keseluruhan pada buku pedoman pelaksanaan model sosiodrama menyatakan bahwa buku pedoman pelaksanaan model sosiodrama sangat jelas dan dapat digunakan sebagai pedoman dalam melaksanakan kegiatan bimbingan, terutama pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling untuk meningkatkan rasa percaya diri siswa kelas VII di SMP Negeri 20 Malang. Dari uji lapangan terbatas didapatkan peningkatan rerata skor rasa percaya diri siswa dari rerata skor pre-test sebesar 103,66 menjadi 108,53 pada rerata skor post-test, dengan probabilitas 0,001 < 0,05. Dengan demikian terdapat perbedaan hasil uji lapangan terbatas sebelum dan sesudah dilaksanakan permainan sosiodrama. Untuk itu, pedoman pelaksanaan model sosiodrama untuk meningkatkan rasa percaya diri siswa ini telah berterima secara praktis. Kesimpulannya, pedoman pelaksanaan model sosiodrama untuk meningkatkan rasa percaya diri siswa kelas VII di SMP Negeri 20 Malang ini telah berterima secara teoretis dan praktis.

Berdasarkan hasil dari penelitian pengembangan ini, dapat disarankan pada konselor hendaknya mempelajari, memahami dan mengaplikasikan pedoman pelaksanaan model sosiodrama untuk meningkatkan rasa percaya diri siswa kelas VII ini dalam pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling. Bagi peneliti selanjutnya, agar penelitian pengembangan ini dilanjutkan ke penelitian eksperimen, sehingga akan diketahui efektivitas dan kelayakan penerapan pedoman pelaksanaan model sosiodrama terhadap peningkatan rasa percaya diri siswa.