SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2011

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

HARGA DIRI PEREMPUAN JAWA STUDI FENOMENOLOGI TERHADAP KELUARGA MENJALANI PERNIKAHAN SIRI DI DESA PASI KABUPATEN LUMAJANG

Pristiyan Yuliani

Abstrak


ABSTRAK

 

Yuliani, Pristiyan. 2011. Harga Diri Perempuan Jawa Studi Fenomenologi Terhadap Keluarga yang Menjalani Pernikahan Siri di Desa Pasirian Kabupaten Lumajang. Pembimbing: (I) Dr. Andi Mappiare A.T., M.Pd. (II) Dra. Ella Faridati Zen, M.Pd.

 

Kata Kunci: harga diri, perempuan Jawa, fenomenologi

 

Pernikahan siri dilakukan berdasarkan aturan agama dan adat istiadat serta tidak dicatatkan di kantor pegawai pencatatan nikah (KUA bagi yang beragama islam, kantor catatan sipil bagi non muslim). Dalam sebuah pernikahan siri terdapat gejolak psikologis yang terjadi didalam diri perempuan misalnya harga diri. Harga diri yang sehat sangat diperlukan untuk kokohnya sebuah rumah tangga setelah pernikahan dilakukan. Pernikahan siri seringkali terjadi di berbagai masyarakat dan di berbagai desa salah satunya yaitu Desa Pasirian Kabupaten Lumajang. Berbagai macam alasan di antaranya menghindari perzinahan. Mereka melakukan nikah siri karena pernikahan siri terjadi karena kebutuhan biologis dengan tidak melanggar syariat agama dan mencari keamanan dari fitnah masyarakat.

Tujuan penelitian ini yaitu mendeskripsikan pandangan perempuan Jawa terhadap pernikahan siri; mendeskripsikan harga diri perempuan Jawa yang menjalani pernikahan siri; mendeskripsikan pengaruh faktor ekonomi dalam terjadinya pernikahan siri; mendeskripsikan dampak dari pernikahan siri terhadap perempuan Jawa yang menjalani pernikahan siri.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, yaitu kualitatif fenomenologi. Pendekatan fenomenologi, yaitu mendeskripsikan pengalaman seseorang atau lebih dari satu orang tentang suatu. Fokus studi fenomenologi adalah pada pengalaman subyektif atau pengalaman fenomenologikal, suatu studi tentang kesadaran dari perspektif pokok dari seseorang.

Temuan penelitian ini yaitu perempuan Jawa memiliki beberapa pandangan terhadap pernikahan siri, yaitu (1) Pernikahan siri adalah usaha untuk menjaga nama baik keluarga. (2) Mencari keamanan dari fitnah masyarakat. (3) Menjadi istri kedua. (4) Mencari perlindungan dan dukungan ekonomi. Deskripsi harga diri perempuan jawa yang menjalani pernikahan siri ditemukan bahwa (1) Takut hidup sendiri. (2) Menikmati kehidupan selama menikah siri. (3) Dari pada tidak laku. (4) Membutuhkan bantuan dalam menjalani hidup.

Berdasarkan hasil penelitian tersebut diharapkan dapat dijadikan sebagai bahan kajian selanjutnya untuk kepentingan bimbingan dan konseling khususnya untuk bimbingan preventif terhadap konseli dan bagi peneliti selanjutnya dapat digunakan sebagai bahan kajian yang akan meneliti tentang harga diri perempuan Jawa yang menjalani pernikahan siri dengan subjek yang berbeda serta dapat tereksplorasi dan mampu menginterpretasikan setiap fenomena-fenomena yang muncul di lapangan penelitian.