SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2011

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Kualitas Pribadi Konselor pada Tokoh Kadiroen dalam Novel Hikayat Kadiroen: Sebuah Studi Hermeneutika Gadamerian Atas Novel Hikayat Kadiroen

Masbahur Roziqi

Abstrak


ABSTRAK

 

Roziqi, Masbahur. 2011. Kualitas Pribadi Konselor pada Tokoh Kadiroen dalam Novel Hikayat Kadiroen: Sebuah Studi Hermeneutika Gadamerian Atas Novel Hikayat Kadiroen. Skripsi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Henny Indreswari, M.Pd., (II) Dr. Triyono, M.Pd.

 

Kata kunci: kualitas pribadi, konselor, Hikayat Kadiroen

 

Hikayat Kadiroen merupakan sebuah novel yang ditulis saat zaman kolonial Belanda. Novel ini merespon propaganda penjajah Belanda yang menyatakan bahwa kaum pribumi adalah kaum bodoh, hina dan tidak memiliki etika. Semaoen sebagai penulis novel ini menceritakan sebuah kehidupan yang dijalani sang tokoh utama, Kadiroen, yang banyak menggambarkan pribadi kaum bumiputra sebenarnya. Kadiroen diceritakan sebagai seorang tokoh dari kalangan menengah yang memiliki pribadi yang bisa dikatakan hampir mendekati sempurna. Kualitas pribadi yang dimiliki Kadiroen membuatnya disegani, dipercaya, dan dihormati banyak orang, baik dari kalangan bumiputra maupun pejabat Belanda sendiri. Kualitas pribadi tersebut juga dapat diadopsi menjadi kualitas pribadi konselor. Tidak jarang dijumpai kebanyakan konselor masih belum maksimal dalam memperkaya dan menerapkan kualitas pribadi dirinya. Kurangnya kualitas pribadi ini juga bisa membawa konselor tidak mampu menerapkan tugas profesionalnya secara maksimal.  Hal ini bisa berimbas pada ketidakpercayaan konseli dan pihak sekolah pada konselor,  atau bahkan peremehan konselor pada sekolah tersebut. Untuk itu konselor diharapkan dapat memiliki kualitas pribadi Kadiroen dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari dan dalam tugas keprofesionalannya.

Penelitian ini berfokus pada "bagaimana deskripsi kualitas pribadi konselor yang terdapat pada tokoh Kadiroen dalam novel Hikayat Kadiroen?"

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan tipe hermeneutika Gadamerian, yaitu cara menafsirkan teks-teks lama sehingga didapatkan suatu penafsiran baru yang disesuaikan dengan kondisi sekarang. Tahap-tahap dari penelitian ini adalah: menetapkan novel sumber, penafsiran praandaian, analisis data, dan produksi penafsiran.

Hasil penelitian ini menunjukkan ada enam kualitas pribadi Kadiroen yang dapat diserap dan diadopsi oleh konselor sebagai bagian dari kualitas pribadi dirinya. Kualitas-kualitas pribadi tersebut antara lain  1) bertanggung jawab 2) rela berkorban 3) mau mendengarkan orang lain 4) bekerja keras  5) jujur 6) empati.

Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan agar konsep kualitas pribadi Kadiroen tersebut dapat dijadikan sebagai bagian dari kualitas pribadi yang harus dimiliki konselor. Konselor dapat mengetahui dan mendapatkan pengetahuan tentang kualitas pribadi dari sebuah sudut pandang karya sastra. Konselor juga diharapkan dapat mengaplikasikan kualitas pribadi ini secara praktis dalam kehidupan sehari-hari. Untuk penelitian selanjutnya diharapkan karya ini dapat menjadi referensi bagi penelitian sejenis yang tidak hanya membahas karya sastra novel, namun karya lain sejenis untuk semakin mengembangkan bimbingan konseling yang meluas dan multidisiplin