SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2009

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh komunikasi Interpersonal terhadap Komitmen Organisasi pada Karyawan PG Wringin Anom Situbondo

WINDA PARDIPTA MASTUTI

Abstrak


ABSTRAK

 

Mastuti, Winda Pradipta. 2009. Pengaruh Kemampuan Komunikasi Interpersonal terhadap Komitmen Organisasi pada Karyawan PG Wringin Anom Situbondo. Skripsi. Program Studi Psikologi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Fattah Hanurawan, M.Si, M.Ed (2) Diyah Sulistiyorini, M.Psi

 

Kata kunci: komunikasi interpersonal, komitmen organisasi

 

Komunikasi interpersonal merupakan suatu kunci yang dapat membantu karyawan dalam memahami peranannya dalam organisasi, sebab dalam kenyataannya masalah komunikasi senantiasa muncul dalam proses organisasi. Komunikasi interpersonal didasarkan atas kemampuan memahami, kemampuan mengkomunikasikan pikiran dan perasaan secara tepat dan jelas, kemampuan menerima dan memberi dukungan atau saling menolong dan kemampuan memecahkan konflik dan bentuk-bentuk masalah pribadi yang ada yang berpengaruh terhadap komitmen organisasi. Komitmen organisasi dapat menggambarkan perilaku karyawan yang bermanfaat bagi organisasi dimana dengan komitmen yang tinggi karyawan akan menangani pekerjaan secara lebih serius. Komitmen organisasi didasarkan atas kepercayaan yang kuat dan penerimaan dari tujuan dan nilai-nilai organisasi, kesediaan untuk menggunakan usaha yang sungguh-sungguh, keinginan yang kuat untuk mempertahankan keanggotaan dalam organisasi. Tujuan penelitian (1) untuk mendeskripsikan komunikasi interpersonal karyawan, (2) untuk mendeskripsikan komitmen organisasi karyawan, (3) untuk mnegetahui pengaruh komunikasi interpersonal terhadap komitmen organisasi pada karyawan PG Wringin Anom Situbondo.

Penelitian dengan rancangan deskriptif dan korelasional menggunakan subyek penelitian 63 orang karyawan PG Wringin Anom Situbondo dan instrumen skala kemampuan komunikasi interpersonal (I) dan skala komitmen organisasi (II) dengan menggunakan skala Likert. Pada skala I menggunakan 36 pernyataan dan pada skala II menggunakan 28 pernyataan. Dari uji coba terpakai pada skala I diperoleh 23 aitem valid dan reliabilitas sebesar 0,75% dan pada skala II diperoleh 25 aitem valid dan reliabilitas sebesar 0,835%. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa sebanyak 50,79% karyawan menerapkan kemampuan komunikasi interpersonal dan 39,68% karyawan memiliki tingkat komitmen organisasi rendah. Hasil analisis korelasional Product Moment Pearson menunjukkan kemampuan komunikasi interpersonal mempengaruhi komitmen organisasi karyawan (r = 0,58; p = 0 < 0,01).

Saran yang dikemukakan: (1) Bagi pimpinan, hendaknya tetap menjaga komunikasi interpersonal yang telah terjalin dan lebih memperhatikan kondisi kerja sehingga karyawan memiliki komitmen akan organisasi yang tinggi. (2) Bagi peneliti selanjutnya, apabila ada peneliti yang berminat untuk meneliti topik yang sama hendaknya melakukan penelitian terhadap aspek-aspek lain yang belum sempat terungkap dalam penelitian ini.