SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2009

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PERSEPSI KEPALA SEKOLAH, GURU, DAN SISWA TERHADAP PENYELENGGARAAN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING DI SMKN 5 MALANG

agustina saptaning sasi

Abstrak


PERSEPSI KEPALA SEKOLAH, GURU, DAN SISWA TERHADAP  

     PENYELENGGARAAN  LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING

                                                            DI SMKN 5 MALANG

 

                                     Agustina Saptaning Sasi

 

           Pelaksanaan bidang Bimbingan dan konseling merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari keseluruhan layanan pendidikan di sekolah. Hal ini dikarenakan secara umum pendidikan di sekolah mencakup tiga bidang yaitu pengajaran, supervisi, dan administrasi serta layanan khusus yang mencakup bidang Bimbingan dan konseling. Tujuan penyelenggaraan Bimbingan dan konseling di sekolah adalah tercapainya perkembangan yang optimal bagi setiap individu sesuai dengan kemampuannya, agar dapat menyesuaikan diri kepada lingkungan, tujuan tersebut terutama tertuju pada siswa sebagai individu yang diberi bantuan. Akan tetapi tujuan bimbingan di sekolah tidak terbatas bagi murid saja, melainkan juga bagi sekolah secara keseluruhan.

            Konselor merupakan personil yang mempunyai tugas, tanggung jawab, wewenang dan hak secara penuh melaksanakan Bimbingan dan konseling di sekolah. Bimbingan dan konseling (BK) adalah pelayanan bantuan untuk peserta didik baik secara perorangan maupun kelompok, agar mandiri dan berkembang secara optimal dalam aspek pribadi, sosial,belajar dan karir.

 

Kata Kunci : Persepsi, Kepala Sekolah, Guru, Siswa, dan Layanan Bimbingan dan Konseling.

 

Layanan bimbingan dan konseling di sekolah yang terdiri atas Sembilan layanan dan enam kegiatan pendukung ditujukan untuk menfasilitasi perkembangan siswa secara optimal. Agar penyelenggaraan layanan bimbingan dan konseling optimal dalam pencapaian tujuannya diperlukan kerjasama dari kepala sekolah, guru , siswa dan staf lainya. Kerjasama tersebut dipengaruhi oleh persepsi mereka sementara ini terjadi kesalahan persepsi di sekolah antara lain bahwa bimbingan dan konseling (BK) dianggap sebagai polisi sekolah, BK hanya menangani siswa yang bermasalah saja, BK hanya mengurusi absen dan BK dianggap semata-mata proses pemberian nasehat saja.Tujuan penyelenggaraan Bimbingan dan konseling di sekolah adalah tercapainya perkembangan yang optimal bagi setiap individu sesuai dengan kemampuannya, agar dapat menyesuaikan diri kepada lingkungan, tujuan tersebut terutama tertuju pada siswa sebagai individu yang diberi bantuan. Akan tetapi tujuan bimbingan di sekolah tidak terbatas bagi siswa saja, melainkan juga bagi sekolah secara keseluruhan. Bimbingan dan konseling merupakan layanan yang tidak terpisahkan dari sistem pendidikan sekolah, oleh karena itu persepsi yang baik mengenai penyelenggaraan Bimbingan dan konseling di sekolah sangat diharapkan terutama dari kepala sekolah, guru, dan siswa sangat dalam pelaksanaan Bimbingan dan konseling.

Tujuan penelitian ini secara umum adalah untuk mengetahui persepsi kepala sekolah, guru, dan siswa terhadap penyelenggaraan layanan bimbingan dan konseling di SMKN 5 Malang. Secara khusus tujuan penelitian ini adalah untuk (1) mengetahui persepsi kepala sekolah terhadap penyelenggaraan layanan bimbingan dan konseling di SMKN 5 Malang (2) persepsi guru terhadap penyelenggaraan layanan bimbingan dan konseling (3) persepsi siswa terhadap layanan bimbingan dan konseling.