SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2011

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Paket Pelatihan Keterampilan Asertif Bagi Siswa SMK Negeri 1 Malang

Winda Hayu Diah Nisa

Abstrak


ABSTRAK

 

Nisa, Winda Hayu Diah. 2011. Pengembangan Paket Pelatihan Keterampilan Asertif Bagi Siswa SMK Negeri 1 Malang. Skripsi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H. Widada, M.Si., (II) Dr. M. Ramli, M.A.  

 

Kata Kunci: Paket Pelatihan, Asertivitas, Siswa SMK  

 

Manusia diciptakan sebagai makhluk sosial. Manusia membina hubungan dengan manusia yang  lain dalam  sebuah  lingkungan,  baik  itu  lingkungan  keluarga,  lingkungan  rumah maupun lingkungan  sekolah.  Sekolah  merupakan  lingkungan  yang  sengaja  diciptakan  untuk membina anak-anak  ke  arah  tujuan  tertentu,  khususnya  untuk  mengembangkan  kemampuan  dan keterampilan sebagai bekal hidupnya di kemudian hari. Salah satu keterampilan dan kemampuan yang  diperlukan  yaitu  asertivitas.  Galassi  dan  Galassi  (1977:3)  menyatakan  bahwa  perilaku asertif  adalah  pengungkapan  secara  langsung  kebutuhan,  keinginan,  dan  pendapat  seseorang tanpa  menghukum,  mengancam  atau  menjatuhkan  orang  lain.  Untuk  dapat  meningkatkan perilaku asertif individu, diperlukan media yang tepat dan menarik. Media yang dimaksud adalah paket pelatihan asertivitas. 

Tujuan  umum  peneliti  adalah menghasilkan  paket  pelatihan  asertivitas  bagi  siswa  SMK Negeri 1 Malang sehingga dapat membantu konselor dalam memberikan layanan bimbingan dan konseling  mengenai  asertivitas  secara  efektif.  Tujuan  khusus  dalam  penelitian  ini  yaitu menghasilkan  paket  pelatihan  asertivitas  yang memiliki  ketepatan,  kegunaan,  kemudahan  dan kemenarikan sehingga dapat meningkatkan asertivitas siswa SMK secara optimal.

Desain penelitian dan pengembangan diadaptasi dari strategi pengembangan Borg and Gall, dengan  tahap-tahap:  (1)  melakukan  penilaian  kebutuhan  (need  assessment)  untuk mengidentifikasi  kebutuhan  siswa,  instrumen  yang  digunakan  adalah  angket  kebutuhan  siswa terhadap  pelatihan  asertivitas  dan  pedoman  wawancara  untuk  konselor.  Populasi  penelitian adalah  siswa  kelas XI TKJ  1 dengan  jumlah  33  orang  siswa.  (2)  analisis  data  dan penetapan prioritas  kebutuhan.  Teknik  analisis  menggunakan  presentase.  Penetapan  prioritas  kebutuhan dengan cara mengelompokkan peringkat dari yang tertinggi. (3) merumuskan  tujuan umum dan tujuan khusus  paket pelatihan  asertivitas.  (4) menyusun  prototipe  produk pengembangan  yang terdiri atas panduan penggunaan paket pelatihan asertivitas untuk konselor dan paket pelatihan asertivitas untuk siswa SMK. (5) penilaian produk oleh uji ahli. Uji ahli dilakukan oleh seorang ahli BK,  ahli media  dan  ahli  bahasa.  Instrumen  yang  digunakan  adalah  angket  penilaian.  (6) revisi produk dari uji ahli. (7) penilaian produk oleh calon pengguna yang terdiri dari dua orang konselor.  Instrumen  yang  digunakan  adalah  angket  penilaian  uji  calon  pengguna  produk.  (8) penilaian  produk  oleh  kelompok  kecil  yang  dilakukan  oleh  10  orang  siswa.  Instrumen  yang digunakan  adalah  angket  penilaian uji  kelompok  kecil.  (9)  revisi  produk dari  calon pengguna produk  dan  kelompok  kecil,  (10)  produk  akhir  berupa  paket  pelatihan  asertivitas  bagi  siswa SMK.  

Dari hasil pengembangan, paket pelatihan asertivitas  ini  telah memiliki  standar ketepatan, kegunaan, kemudahan, dan kemenarikan yang baik sehingga dapat digunakan oleh konselor dan siswa  dalam melaksanakan  pelatihan  asertivitas.  Saran  yang  dapat  dirumuskan  dari  penelitian dan pengembangan ini yaitu: untuk peneliti selanjutnya, perlu melakukan penelitian lebih lanjut sampai  pada  tahap  uji  lapangan  untuk  mengetahui  efektivitas  penerapan  paket  pelatihan asertivitas; untuk konselor sekolah yang  akan menggunakan paket  ini untuk  lebih mempelajari paket pelatihan asertivitas ini sehingga dapat memberikan pelatihan secara optimal kepada siswa, juga  disesuaikan  dengan  latar  budaya  dan  permasalahan  yang  dihadapi  siswa;  untuk  siswa sebaiknya mempersiapkan diri secara sungguh-sungguh dalam mengikuti pelatihan asertivitas ini sehingga mendapat hasil yang memuaskan dan bermanfaat; untuk sekolah, pelaksanaan pelatihan asertivitas hendaknya dilakukan setiap tahun dan diberikan kepada semua siswa.