SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2011

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENGEMBANGAN PAKET BIMBINGAN SELF ESTEEM (HARGA DIRI) UNTUK SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA

ARI EKANINGTYASASI

Abstrak


ABSTRAK

 

Ekaningtyasasi, Ari. 2011. Pengembangan Paket Bimbingan Self Esteem (Harga Diri) untuk Siswa Sekolah Menengah Pertama. Skripsi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Lutfi Fauzan, M.Pd., (II) Dra. Henny Indreswari, M.Pd.

 

Kata kunci: pengembangan, paket bimbingan, self esteem

 

Self Esteem merupakan salah satu aspek penting dalam proses pembentukan konsep diri yang positif pada seorang remaja. Remaja mengalami perubahan-perubahan fisik yang terkadang mempengaruhi psikologisnya juga, sehingga menimbulkan perasaan tidak puas pada dirinya, sering membandingkan dirinya dengan orang lain, serta mengalami krisis identitas. Permasalahan ini apabila tidak segera ditangani dengan baik akan berakibat pada terhambatnya proses pembentukan kepribadian yang baik dan kuat bagi para siswa. Konselor dapat membantu siswa untuk mengatasi permasalahan yang dialaminya sekaligus dapat membangun dan meningkatkan self esteem yang dimilikinya, sebab self esteem tersebut bukanlah sesuatu yang dapat diperoleh secara alami melainkan dengan cara dipelajari. 

Untuk membantu siswa membangun dan meningkatkan self esteem inilah perlu disusun paket bimbingan self esteem (harga diri) yang tepat, berguna, layak, dan menarik. Produk yang dihasilkan terdiri atas (1) panduan bimbingan self esteem untuk konselor, (2) modul bimbingan self esteem bagi siswa, dan (3) buku kerja self esteem untuk siswa. Pengembang paket ini terdiri atas tiga penggalan yaitu (1) konsep self esteem, (2) cara-cara membangun self esteem, (3) cara meningkatkan self esteem. Ketiga penggalan ini didesain sesuai model pembelajaran experiential learning.

Penelitian ini menggunakan langkah-langkah pengembangan dari Borg & Gall (1989) yang terdiri atas tahap pra survei, tahap penyusunan produk, dan tahap uji coba. Subjek uji coba adalah ahli bimbingan konseling, ahli bahasa, calon pengguna produk yaitu konselor, dan kelompok kecil yaitu siswa SMP sejunlah 26 anak. Data dikumpulkan melalui uji ahli dan calon pengguna berupa skala penilaian dan diperoleh data kuantitatif serta data kualitatif, sedangkan untuk uji kelompok kecil diperoleh data kualitatif. Data kuantitatif dianalisis dengan menggunakan analisis rerata sedangkan data kualitatif dianalisis secara deskriptif.

Sesuai hasil uji ahli bimbingan konseling, paket bimbingan self esteem (harga diri) ini menunjukkan nilai rerata 3,05 dan termasuk dalam kategori sangat tepat untuk siswa SMP, pada aspek kegunaan menunjukkan nilai rerata 3,54 yang termasuk pada klasifikasi sangat berguna. Aspek kelayakan nilaianya 3 termasuk kategori layak, dan aspek kemenarikan menunjukkan nilai rerata 3,25 termasuk kategori sangat menarik. Menurut ahli bahasa paket ini dinilai sangat tepat dengan nilai rerata 3,25. Hasil uji calon pengguna pada aspek ketepatan memiliki nilai 3,05 termasuk dalam kategori sangat tepat, aspek kegunaan memiliki nilai rerata 3,45  termasuk dalam klasifikasi sangat berguna. Aspek kelayakan memiliki nilai 2,95 termasuk ke dalam kategori layak, dan aspek kemenarikan memiliki nilai rerata 3 masuk ke dalam kategori menarik.

Hasil dari uji kelompok kecil (siswa) paket bimbingan self esteem juga ini dinilai menarik sebab memiliki gambar-gambar yang bagus walalupun alokasi waktunya masih terlalu sedikit.

Berdasarkan hasil penelitian ini, saran yang dapat diberikan adalah; (1) paket bimbingan self esteem ini disusun dan dikembangkan berdasarkan hasil need assesment terhadap siswa SMPN 2 Malang sehingga harus melakukan penyesuaian-penyesuaian lagi jika digunakan pada sekolah lain tersebut. (2) bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat merumuskan instrumen untuk mengukur tinggi rendahnya self esteem yang dimiliki oleh siswa sebelum memberikan informasi tentang self esteem serta melakukan uji efektifitas paket bimbingan self esteem untuk mengetahui keefektifan dan kelayakan penerapan paket ini. (3) konselor harus dapat mengatur waktu dalam melaksankan bimbingan.