SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2011

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Inventori Gaya Belajar Siswa Sekolah Dasar Berbasis Software dan Implikasi Bimbingannya

Bela Hening Hukama

Abstrak


ABSTRAK

 

Hukama, Bela Hening. 2011. Pengembangan Inventori Gaya Belajar Siswa Sekolah Dasar Berbasis Software dan Implikasi Bimbingannya. Skripsi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Lutfi Fauzan, M.Pd., (II) Dra.Elia Flurentin, M.Pd.

 

Kata kunci: Inventori, gaya belajar, software

 

Setiap  anak  memiliki  kemampuan  berbeda  dalam  memahami  mata pelajaran.  Hal  itu  bergantung  pada  tipe  gaya  belajar  yang  dimilikinya.  Gaya belajar adalah cara yang konsisten atau kebiasaan yang dilakukan individu dalam menyerap,  memproses,  dan  mengelola  stimulus,  pengalaman,  dan  informasi.Menurut  Mechael  Brinder  terdapat  tiga  macam  tipe  gaya  belajar  yaitu  visual, auditorial, dan kinestetik. Dengan diketahuinya tipe gaya belajar pada setiap siswa diharapkan siswa  tersebut dapat belajar dengan baik dan memperoleh hasil yang maksimal.  Untuk mengetahui  tipe  gaya  belajar  yang  dimiliki  oleh  setiap siswa sekolah dasar maka dilakukan  pula penelitian terhadap pengembangan  inventori gaya belajar berbasis software.

Rumusan masalah  dalam  penelitian  ini  adalah  (1) Bagaimanakah  bentuk inventori  gaya  belajar  yang  memiliki  validitas  dan  reabilitas  yang  tinggi? (2) Bagaimanakah  bentuk  inventori  gaya belajar  berbasis software? (3) Bagaimanakah bentuk buku petunjuk penggunaan  inventori gaya belajar berbasis software?

Penelitian  ini  dilakukan  dengan  menggunakan  metode  penelitian pengembangan Borg and Gall. Subjek pengembangan dalam penelitian ini adalah siswa  Sekolah  Dasar  Negeri  Lawangan  Daya  II  yang  terletak  di Kabupaten Pamekasan,  dengan  menggunakan  siswa  kelas  VI  tahun  pelajaran  2010/2011 sebanyak 20  orang. Penelitian  ini menjalani beberapa  tahap pengujian  yaitu, uji ahli  bimbingan  konseling,  uji  ahli  kelompok  kecil, uji  lapangan,  dan  uji  ahli media. Penelitian ini juga menggunakan proses perhitungan validitas konstruk dan validitas  internal  dengan  rumus Product Moment Pearson dan  untuk  reliabilitas menggunakan  rumus  koefisien  alpha serta  perhitungan  penormaan  dengan menggunakan  rumus  kelas  interval  sebagai  pedoman  untuk  penyekoran  dan menginterpretasikan hasil skor jawaban responden.

Produk penelitian ini berupa inventori gaya belajar berbasis software yang berisi 60  item  pernyataan  inventori  gaya  belajar.  Berdasarkan  penilaian  ahli bimbingan  konseling  terdapat  kesesuaian  antara  sub  variabel  dengan  indikator, indikator  dengan  deskriptor,  deskriptor  dengan  item  pernyataan  inventori.  Dari hasil  uji  kelompok  kecil  terdapat  beberapa  kalimat  yang  harus  direvisi  karena bahasa yang  digunakan  masih  sulit  dimengerti  oleh  siswa  sekolah  dasar.

Berdasarkan hasil perhitungan validitas dari 60 pernyataan inventori sebanyak 49 pernyataan dinyatakan valid  dan  11  pernyataan  dinyatakan  tidak  valid  dan hasil perhitungan reliabilitas yaitu sebesar 0.891 dinyatakan memiliki reliabilitas tinggi.iiSedangkan  untuk  penormaan,  menggunakan  rumus  kelas  interval  yang diklasifikasikan  menjadi  tiga  tingkatan,  yaitu  tinggi,  sedang,  dan  rendah.  Dari penelitian  ini dihasilkan produk berupa software inventori gaya belajar dan buku petunjuk penggunaan software inventori gaya belajar tersebut.

Konselor  sebaiknya  dapat memanfaatkan  software inventori  gaya belajar ini  dalam membantu  siswa  untuk mengatasi masalah  dan mengoptimalkan  hasil belajarnya.  Selain  itu  konselor  sebaiknya  lebih  meningkatkan  efektivitas kinerjanya  dengan  memanfaatkan  software inventori  gaya  belajar  ini. Bagi peneliti selanjutnya sebaiknya memperbanyak sampel penelitian sehingga didapat hasil  penelitian  yang  lebih  komprehensif serta  juga  dapat  mengembangkan inventori gaya belajar berdasarkan kecerdasan majemuk.