SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2011

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Hubungan Antara Konformitas Dengan Perilaku Delinkuensi Pada Remaja Tengah SMA di Kota Malang

FITRIA HARI CHRISTIANA

Abstrak


ABSTRAK

 

Christiana, Fitria Hari. 2011. Hubungan Antara Konformitas Dengan Perilaku Delinkuensi Pada Remaja Tengah SMA di Kota Malang. Skripsi, Jurusan Bimbingan Konseling Dan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Adi Atmoko, M.Si, (II) Ika  Andrini Farida S. Psi, M.Psi

 

Kata Kunci: Konformitas, Perilaku Delinkuensi

 

Konformitas banyak terjadi pada masa remaja yaitu perilaku untuk menyesuaikan diri dengan kelompoknya agar mereka dapat diterima oleh kelompoknya. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui (1) konformitas remaja, (2) mengetahui perilaku delinkuensi remaja, (3) hubungan antara konformitas dengan perilaku delinkuensi pada remaja tengah SMA di kota Malang.

Jenis penelitian ini adalah deskriptif dan korelasional. Populasi penelitian adalah siswa SMA di kota Malang yang berusia 15-18 tahun. Pengambilan sampel menggunakan teknik cluster random sampling dengan jumlah sampel 178 orang yang terdiri dari kelas X dan XI SMA. Instrumen penelitian menggunakan skala konformitas dan skala perilaku delinkuensi. Skala  konformitas sebanyak 22 item dengan koefisien korelasi berkisar antara 0.270 sampai 0.663 dan reliabilitas sebesar 0.820. Sedangkan skala perilaku delinkuensi sebanyak 24 item dengan validitas  berkisar antara 0.346 sampai 0.572 dan reliabilitas sebesar 0.840. Teknik   analisis data menggunakan analisis deskriptif dan teknik korelasi Product Moment.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) sebagian besar memiliki konformitas pada kategori yang rendah, 2) perilaku delinkuensi siswa sebagian besar pada kategori sangat rendah, 3) korelasi antara konformitas dengan perilaku delinkensi sebesar 0.507 dan p=0.000 < 0.05 hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan positif yang signifikan antara konformitas dengan perilaku delinkuensi.

Berdasarkan pada hasil penelitian disarankan agar (1)  untuk sekolah khususnya guru bimbingan konseling agar memberikan pengarahan pada siswa secara  intensif  dengan  memberikan informasi dan bimbingan kelompok yang berkaitan dengan konformitas dan perilaku delinkuensi (2) bagi siswa diharapkan dapat menentukan sikap kapan harus konform dan kapan harus memegang teguh pendiriannya 3) bagi peneliti lain agar memperluas penelitian dengan menggunakan variabel lainnya yang bisa menyebabkan perilaku delinkuensi. Selain itu bisa juga menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi sehingga peneliti bisa mendapatkan informasi yang lebih mendalam.