SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2011

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Hubungan Antara Imaginary Audience (Penonton Khayalan) Dengan Body Image (Citra Tubuh) Pada Remaja Putri

MIA FITRIANI

Abstrak


ABSTRAK

 

Fitriani, Mia. 2011. Hubungan Antara Imaginary Audience (Penonton Khayalan) Dengan Body Image (Citra Tubuh) Pada Remaja Putri. Skripsi, Program Studi Psikologi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dra. Endang Prastuti, M.Si., (2) Anies Syafitri, S.Psi., M.Psi, Psikolog.

 

Kata Kunci: imaginary audience, body image

 

Imaginary audience adalah keyakinan remaja bahwa orang lain memperhatikan dirinya sebagaimana halnya dengan dirinya sendiri. Body image adalah gambaran yang dibuat seseorang mengenai tubuhnya.  Body image bukanlah sesuatu yang bersifat tetap, melainkan dapat berubah-ubah akibat berbagai hal salah satunya media massa. Dengan semakin maraknya pesan-pesan yang disampaikan oleh media massa serta tekanan-tekanan yang berasal dari lingkungan di sekitarnya mengenai citra ideal tertentu akan menyebabkan remaja semakin memusatkan perhatiannya pada dirinya sendiri untuk mencapai citra ideal tersebut. Dalam keyakinannya bahwa ia memiliki penonton yang terus menerus mengamatinya, maka cacat sekecil apapun akan menyebabkan remaja menjadi semakin mengkhawatirkan penampilannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) imaginary audience pada remaja putri, (2) body image pada remaja putri, (3) hubungan antara imaginary audience dengan body image pada remaja putri.

Penelitian dilakukan di SMKN 3 Malang dengan jumlah subyek penelitian sebanyak 58 orang. Rancangan penelitian yaitu penelitian deskriptif korelasional dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan skala NIAS (New Imaginary Audience Scale) dan skala body image. Data yang terkumpul dianalisa dengan teknik analisis korelasi rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan: (1) terdapat 5,17% siswi dengan imaginary audience sangat tinggi, 50% siswi dengan imaginary audience tinggi, 43,1% siswi dengan imaginary audience rendah, 1,72% siswi dengan imaginary audience sangat rendah; (2) 3,45% siswi dengan body image sangat tinggi, 51,72% siswi dengan body image tinggi, 44,83% dengan body image rendah, (3) dari hasil uji korelasi diperoleh r sebesar 0,630 (p=0,000