SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2011

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Keefektifan Bibliokonseling untuk Meningkatkan Kesadaran Mau Mengakui Kesalahan dan Bertanggung Jawab Memperbaiki Kesalahan Siswa SMP

Heny Andryana

Abstrak


ABSTRAK

 

Andryana, Heny. 2011. Keefektifan Bibliokonseling untuk Meningkatkan Kesadaran Mau Mengakui Kesalahan dan Bertanggung Jawab Memperbaiki Kesalahan Siswa SMP. Skripsi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Dany M. Handarini, M.A., (II) Drs. Lutfi Fauzan, M.Pd.

 

Kata Kunci: bibliokonseling, kesadaran, mengakui kesalahan, bertanggung jawab, memperbaiki kesalahan

 

Tingginya tingkat kasus seperti perkelahian antar pelajar, tawuran, penggunaan narkoba, pergaulan bebas, MBA (married by accident), aborsi dan sebagainya di tingkat SMP semakin memprihatinkan. Hal tersebut dikarenakan di saat mereka mengalami perubahan fisik dan sikap, mereka juga dihadapkan pada lingkungan sosial yang baru, harapan baru serta perubahan emosi dan kognitif. Semua perubahan dan tantangan ini menyebabkan siswa SMP merasa kewalahan dan semakin membuka peluang untuk bersikap antisosial dan berbuat kesalahan. 

Untuk itu, kesadaran mau mengakui kesalahan dan bertanggung jawab memperbaiki kesalahan siswa SMP perlu ditingkatkan. Salah satu teknik yang bisa digunakan adalah teknik bibliokonseling.Teknik bibliokonseling merupakan teknik yang bersifat edukasi untuk membantu individu dalam memberikan wawasan, mencapai kesadaran, membentuk karakter dan memperbaiki tingkah lakunya melalui pengalaman orang lain. 

Penelitian ini bertujuan untuk menguji keefektifan teknik bibliokonseling untuk meningkatkan kesadaran mau mengakui kesalahan dan bertanggung jawab memperbaiki kesalahan. Penelitian ini merupakan penelitian quasi experimental, karena persyaratan dalam penelitian tidak terpenuhi secara sempurna, yakni tidak adanya kelompok kontrol. Desain penelitian yang digunakan adalah one group pre-post design.

Penelitian dilaksanakan di kelas VII G SMP Negeri 13 Malang, tanggal 3 Mei sampai dengan 25 Mei 2011. Subjek penelitian ditentukan melalui teknik purpossive sampling dengan kriteria perolehan skala kesadaran mau mengakui kesalahan dan skala kesadaran bertanggung jawab memperbaiki kesalahan rata-rata sedang. Subjek penelitian yang didapatkan berdasarkan kriteria tersebut berjumlah 8 orang. 

Pengujian hipotesis menggunakan statistik nonparametrik yakni uji wilcoxon berpasangan karena distribusi data tidak normal dan berskala ordinal. Pengujian dilakukan melalui bantuan SPSS for window 16.0 dengan taraf signifikansi 5 % (0,05). Dari hasil pengujian didapatkan nilai z sebesar -2,527 dengan asymp. Sig. (2-tailed) atau p-value 0,012. Sementara itu, pengujian wilcoxon terhadap kesadaran bertanggung jawab memperbaiki kesalahan nilai z sebesar -2,380 dengan asymp. Sig. (2-tailed) atau p-value 0,017. Nilai p-value kesadaran mau mengakui kesalahan dan bertanggung jawab memperbaiki kesalahan yang diperoleh kurang dari alpha (0,012 < 0,05) dan (0,017 < 0,05), sehingga Ho ditolak dan H1 diterima.  Kedua hasil uji wilcoxon tersebut menunjukkan adanya perbedaan antara nilai pre test dan nilai post test. Dengan demikian dapat diambil kesimpulan bahwa teknik bibliokonseling dapat meningkatkan kesadaran mau mengakui kesalahan dan bertanggung jawab memperbaiki kesalahan siswa SMP.

Berdasarkan hasil penelitian maka saran yang diajukan sebagai berikut:  (1) Konselor, hendaknya menggunakan teknik bibliokonseling sebagai alternatif untuk meningkatkan kesadaran mau mengakui kesalahan dan bertanggung jawab memperbaiki kesalahan siswa SMP, (2) Peneliti selanjutnya, diharapkan menggunakan penelitian quasi experimental bentuk time series design dan menggunakan kelompok kontrol.