SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2009

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Hubungan antara Social Interest dengan Self Control pada Remaja Pelaku Index Offenses di Lembaga Pemasyarakatan Anak Blitar

Ayu Dyah Hapsari

Abstrak


ABSTRAK

Hapsari, Ayu Dyah. 2009. Hubungan antara Social Interest dengan Self Control Pada Remaja Pelaku Index Offenses di Lembaga Pemasyarakatan Anak Blitar. Skripsi. Program Studi Psikologi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dra. Sri Weni Utami, M.Si, (2) Anies Syafitri, M.Psi, Psikolog.

Kata kunci: social interest, self control

Seringkali remaja mengalami kesulitan untuk mengontrol diri. Kurangnya kemampuan self control remaja akan berdampak buruk, salah satunya adalah munculnya kenakalan remaja index offenses. Individu mempelajari pola-pola tingkah laku, baik tingkah laku pro-sosial maupun anti-sosial, yang dipelajari dalam keluarga, sekolah, dan teman sebaya. Apabila proses sosialisasi ini berjalan konsisten, batasan sosial terbentuk antara individu dengan unit sosial, dan batasan sosial ini akan mempengaruhi tingkah laku dengan terbentuknya kontrol informal untuk tingkah laku di masa mendatang. Individu dengan social interest yang baik, akan mengembangkan self control yang baik pula. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengungkap hubungan antara social interest dengan self control pada remaja pelaku index offenses di Lembaga Pemasyarakatan Anak Blitar.

Social interest adalah suatu ketertarikan dan perhatian individu terhadap lingkungan sosial untuk dapat berinteraksi dengan lingkungan sosialnya secara kooperatif, peka, dan bertanggung jawab agar dapat memberikan manfaat bagi lingkungan sosialnya. Self control adalah suatu kemampuan untuk mengendalikan tingkah laku, agar menjadi individu yang bertanggung jawab untuk membimbing, mengarahkan, dan mengatur segala bentuk tingkah lakunya yang pada akhirnya akan membawa pada suatu konsekuensi positif yang diharapkan.

Penelitian ini dilakukan di Lembaga Pemasyarakatan Anak Blitar, dengan jenis penelitian kuantitatif. Rancangan penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasional. Subjek yang dijadikan sampel penelitian adalah remaja pelaku index offenses di Lembaga Pemasyarakatan Anak Blitar yang berstatus anak negara dan narapidana sebanyak 60 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah random sampling. Jenis instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa skala social interest dan skala self control dengan menggunakan model penskalaan Likert. Dari hasil uji coba diperoleh 34 dan 32 butir item valid dengan reliabilitas sebesar 0,93 dan 0,914. Analisis deskriptif menggunakan mean dan standar deviasi. Teknik analisis dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis korelasi product moment.

Hasil penelitian ini menunjukkan social interest remaja pelaku index offenses sebagian besar berada di kategori rendah yaitu sebesar 33,34% (20 orang), dan self control remaja pelaku index offenses juga berada di kategori rendah sebesar 31,67% (19 orang). Dari hasil analisis korelasional diketahui bahwa terdapat hubungan positif antara social interest dengan self control pada remaja pelaku index offenses (rxy= 0,711; p=0,000), hal ini berarti bahwa hipotesis awal penelitian ini diterima.

Berdasarkan hasil penelitian, diharapkan remaja pelaku index offenses dapat mengembangkan social interest yang selanjutnya akan meningkatkan self control. Remaja diharapkan mampu menggunakan self controlnya untuk tujuan jangka panjang, dapat menghindari perilaku yang merugikan, dan mengganti perilaku tersebut dengan perilaku yang lebih baik.