SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2011

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Perbedaan Asertifitas Siswa Madrasah Ibtidaiyah dan Sekolah Dasar Umum

Risa Rahmawati, risa rahmawati

Abstrak


ABSTRAK

 

Rahmawati, Risa. 2011. Perbedaan Asertifitas Siswa Madrasah Ibtidaiyah dan Sekolah Dasar Umum.Skripsi, Program Studi Psikologi Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Sri Weni Utami, M.Si. (II) Diyah Sulitiyorini, S.Psi., M.Psi.

 

Kata Kunci: Asertifitas, Sekolah dasar

 

Banyaknya kasus yang menimpa siswa SD saat ini adalah karena kurangnya sikap asertif pada diri mereka. Seperti bullying baik antar teman sebaya maupun guru dan orang sekitar. Adapun kasus narkoba pada 800 siswa SD yang tercatat dalam riset BNN (Badan Narkotika Nasional). Dengan demikian terlihat pentingnya sikap asertif dimana anak menjadi berani, tegas, mampu mengemukakan pendapat dalam menghadapi dunia sosialnya. Sikap asertif pada anak ditunjang melalui pendidikan karakter dimana salah satu pilarnya adalah cinta tuhan atau nilai religious yang tinggi. seperti visi dari pelajaran agama yang telah disampaikan oleh menteri agama yaitu jujur, adil, berbudi pekerti, saling menghargai, baik personal maupun sosial yang juga merupakan cirri asertifitas. Sehingga pentingnya penelitian ini untuk mengetahui perbedaan tingkat asertifitas siswa SD dengan muatan religius yang berbeda.

Rancangan penelitian dalam penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif. Populasi penelitian ini adalah siswa SD Umum dan MI di kota Malang. Sampel diambil menggunakan tekhinik purposive sampling dan mendapatkan 70 siswa SDN. Kauman III Malang dan 70 siswa MIN Malang I sebagai sampel. Instrumen penelitian menggunakan skala Asertifitas Siswa SD dengan 57 item.

Berdasarkan analisis deskriptif diperoleh hasil bahwa skor mean pada siswa MIN sebesar 191,01 dan diperoleh tingkat asertifitas siswa yang memiliki asertifitas rendah sebanyak 29 siswa (41,4%), sedangkan siswa yang memiliki asertifitas tinggi yang berjumlah sedikit lebih banyak yaitu berjumlah 41 siswa (58,6%). Skor mean pada siswa SDN. Kauman III sebesar 168,59 dan diperoleh tingkat siswa yang memiliki asertifitas rendah sebanyak 37 siswa (52,9%), sedangkan siswa yang memiliki asertifitas tinggi lebih sedikit yaitu berjumlah 33 siswa (47,1%). Hasil analisis komparasi yang memiliki nilai t -13,604 dengan Sig 0,000 < 0,05.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa adanya perbedaan asertifitas siswa Madrasah Ibtidaiyah dengan siswa Sekolah Dasar Umum. Siswa Madrasah Ibtidaiyah memiliki asertifitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan asertifitas siswa SD Umum. Dalam hal kurikulum yang disampaikan oleh departemen pendidikan nasional SD umum dengan Madrasah Ibtidaiyah memiliki struktur,substansi, alokasi dan metode yang sama, namun yang membedakan kedua sekolah tersebut adalah muatan dalam pelajaran agamanya. Walaupun tidak dijelaskan langsung dalam Permenag namun jelas asertifitas merupakan bagian dari visi pendidikan agama. Dan dari visi tersebut dapat diketahui bahwa manfaat pendidikan agama yang sangat menunjang pembentukan asertifitas. Bagi peneliti selanjutnya agar meneliti faktor-faktor lain yang mempengaruhi asertifitas serta metode peningkatan asertifitas di sekolah dasar.