SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2007

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Perbedaan Depresi Istri Bersuku Jawa Pada Perkawinan Berlatar Belakang Suku yang Sama dan Perkawinan Campuran (Jawa-Madura)

Rian Hidrya Widiastuti

Abstrak


ABSTRAK

 

Widiastuti, Rian Hidrya. 2007. Perbedaan Depresi Istri Bersuku Jawa Pada Perkawinan Berlatar Belakang Suku Yang Sama Dan Perkawinan Campuran (Jawa- Madura), Program Studi Psikologi Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Sri Weni Utami, M.Si. (II) Diyah Sulitiyorini, S.Psi., M.Psi.

 

Kata Kunci: Jawa-Madura, Perkawinan Antarbudaya, Depresi Istri

 

Perkawinan antarbudaya merupakan perkawinan yang kompleks, sejalan dengan hal tersebut dalam perkawinan antarbudaya akan terdapat dua karakteristik budaya yang berbeda dan memungkinkan untuk terjadi konflik. Dalam menghadapi suatu masalah memiliki kecenderungan depresi yang terdiri dari gejala emosional, kognitif, motivasional dan fisik. Tujuan penelitian ini (1) menggambarkan depresi istri bersuku Jawa pada perkawinan berlatar belakang suku yang sama; (2) menggambarkan depresi istri bersuku Jawa pada perkawinan berlatar belakang perkawinan campuran (Jawa-Madura); (3) mengetahui perbedaan depresi istri bersuku Jawa pada perkawinan berlatar belakang suku yang sama dan perkawinan campuran (Jawa-Madura).

Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif dan komparatif. Subjek penelitian terdiri dari 30 istri bersuku Jawa pada perkawinan sama suku dan 30 istri bersuku Jawa pada perkawinan campuran (Jawa-Madura) di Malang dan Situbondo dengan menggunakan teknik aksidental. Penelitian ini menggunakan instrumen Beck Depression Inventory (BDI) dengan reliabilitas 0,93.

Hasil penelitian menunjukkan (1) Skor mean depresi istri bersuku Jawa pada perkawinan sama suku sebesar 4,97. Depresi istri bersuku Jawa pada perkawinan sama suku yang teridentifikasi depresi minimal sebanyak 26 orang (86,67%), depresi ringan sebanyak 3 orang (10%), dan depresi sedang sebanyak 1 orang (3,33%). (2) Skor mean depresi istri bersuku Jawa pada perkawinan campuran (Jawa-madura) sebesar 13,50 dan depresi istri bersuku Jawa pada perkawinan campuran (Jawa-Madura) yang teridentifikasi depresi kategori minimal sebanyak 18 orang (60%), depresi ringan sebanyak 4 orang (13,33%), depresi sedang sebanyak 6 orang (20%), dan depresi berat sebanyak 2 orang (6,67%). (3) Berdasarkan analisis komparatif diperoleh hasil skor U = 197,500 Sig 0,000 < 0,05 hal ini berarti terdapat perbedaan depresi istri bersuku Jawa pada perkawinan berlatar belakang suku yang sama dan perkawinan campuran (Jawa- Madura).

Disarankan (1) untuk pasangan yang melakukan perkawinan campuran sebaiknya memahami kebiasaan dan mengetahui budaya pasangannya dengan cara membaca berbagai buku mengenai budaya pasangannya, selain itu bisa juga melakukan konsultasi perkawinan, agar masalah dapat terselesaikan dengan tepat. (2) Untuk penelitian selanjutnya diharapkan menggunakan metode kualitatif agar dapat mendeskripsikan aspek-aspek dengan lebih jelas. Jika menggunakan metode kuantitatif, diharapkan memperluas subjek penelitian agar hasil penelitian yang diperoleh menjadi lebih variatif dan lebih akurat.