SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2011

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Inventori Kecerdasan Adversitas untuk Siswa SMA

Erni Nila Wati

Abstrak


ABSTRAK

 

Wati, Erni Nila. 2011. Pengembangan Inventori Kecerdasan Adversitas untuk Siswa SMA. Skripsi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Blasius Boli Lasan, M.Pd, (II) Dr. M. Ramli, M.A.

 

Kata Kunci: Pengembangan, Inventori, Kecerdasan Adversitas

 

Kecerdasan adversitas merupakan jenis kecerdasan dalam menghadapi kesulitan hidup. Seseorang yang memiliki kecerdasan adversitas tinggi mampu memandang kesulitan sebagai peluang untuk mengembangkan potensi diri, selalu optimis, pantang menyerah, mampu membuat rencana untuk maju. Kecerdasan ini perlu dimiliki oleh siswa supaya mampu mengubah kesulitan yang dihadapinya sebagai pendorong untuk menggapai kesuksesan.

Fenomena di lingkungan persekolahan saat ini, terutama di lingkungan Sekolah Menengah Atas (SMA) memperlihatkan bahwa ada beberapa siswa SMA bereaksi menghindar jika kesulitan menimpanya. Bentuk perilaku menghindar yaitu dengan melakukan tindakan negatif seperti membolos sekolah, seks bebas, penyalahgunaan narkoba, tawuran/kenakalan remaja bahkan ada beberapa yang melakukan tindakan bunuh diri. Fenomena ini memperlihatkan bahwa beberapa siswa SMA memiliki tingkat kecerdasan adversitas yang rendah. Untuk melakukan deteksi dini terhadap tindakan negatif siswa SMA tersebut, dibutuhkan  instrumen pengumpul data berupa inventori kecerdasan adversitas. Oleh karena instrumen tersebut belum ada untuk siswa SMA, maka tujuan dari penelitian dan pengembangan ini adalah menghasilkan inventori kecerdasan adversitas yang memenuhi syarat validitas, reliabilitas dan penormaan yang memadai.

Prosedur pengembangan inventori kecerdasan adversitas ini mengadaptasi  rancangan penelitian dan pengembangan Borg and Gall (1983) yaitu (1) pengumpulan informasi, (2) perencanaan, (3) mengembangkan bentuk produk awal, (4) uji coba permulaan, (5) analisis data, seleksi butir pernyataan dan revisi, (6) uji coba lapangan utama, (7) analisis data, seleksi butir pernyataan dan revisi, (8) draft III berupa produk akhir inventori kecerdasan adversitas untuk siswa SMA. Populasi penelitian ini yaitu siswa kelas X SMA Negeri 5 Malang dan kelas XI SMA Negeri 8 Malang. Data dikumpulkan dengan angket penilaian siswa, skala penilaian ahli, dan inventori kecerdasan adversitas untuk siswa SMA.

Analisis data penilaian ahli dilakukan dengan statistika deskriptif. Analisis validitas butir pernyataan dilakukan dengan menggunakan korelasi product moment pearson, uji reliabilitas dengan Alpha Cronbach, dan penormaan dengan menggunakan norma persentil. Pengolahan data menggunakan bantuan program SPSS 16.0. 

Hasil penelitian dan pengembangan menunjukkan bahwa inventori kecerdasan adversitas yang dikembangkan, telah memenuhi syarat dari segi validitas, reliabilitas dan penormaan. Berdasarkan penilaian dua ahli isi dan instrumentasi mengenai kesesuaian subvariabel dengan konstruk, indikator dengan subvariabel, deskriptor dengan indikator, pernyataan dengan deskriptor, didapatkan hasil "sangat sesuai". Validitas butir menunjukkan indeks korelasi 0,200 s.d. 0,716. Reliabilitas menunjukkan nilai α = 0,898. Penormaan persentil adalah sebagai berikut: persentil ke-81 s.d. 100 kategori "sangat tinggi", 61 s.d. 80 kategori "tinggi", 41 s.d. 60 kategori "sedang", 21 s.d. 40 kategori "rendah", 0 s.d. 20 kategori "sangat rendah".

Berdasarkan hasil penelitian maka disarankan sebagai berikut:  (1) Konselor, hendaknya menggunakan inventori kecerdasan adversitas untuk mengungkapkan ketegaran siswa dalam menghadapi kesulitan yang dapat dijadikan dasar dalam menyusun program Bimbingan dan Konseling yang sesuai dengan karakteristik siswa, (2) Peneliti selanjutnya, hendaknya memperluas populasi penelitian sehingga hasilnya dapat digunakan pada populasi yang lebih luas, hendaknya melakukan uji validitas konstruk dengan analisis faktor, dan  hendaknya mengembangkan inventori kecerdasan adversitas pada jenjang pendidikan menengah yang lain, misalnya SMK, MA, SMP, dan MTs.