SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2011

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

KOMPETENSI MAHASISWA PRAKTIKAN BIMBINGAN DAN KONSELING TAHUN 2010

Iin Nuroniah

Abstrak



ABSTRAK

 

Nuroniah, Iin. 2011. Kompetensi Mahasiswa Praktikan Bimbingan dan Konseling Tahun 2010. Skripsi,  Jurusan  Bimbingan  Konseling  dan  Psikologi,  Fakultas Ilmu  Pendidikan,  Universitas  Negeri Malang.  Pembimbing  (I)  Dr. M.  Ramli, M.A., (II) Dr. Triyono, M.Pd.

 

Kata Kunci: kompetensi, mahasiswa praktikan, Bimbingan dan Konseling.

 

Konselor  harus  menguasai  kompetensi  yang  mencakup  kompetensi  akademik dan  profesional  sebagai  satu  keutuhan,  sehingga  kinerjanya  dapat  diakui  dan  dapat dipertanggungjawabkan  kepada  masyarakat  dan  organisasi  profesi.  Salah  satu pengalaman yang harus ditempuh dalam pendidikan S-1 untuk mencapai kompetensi di atas  yaitu  Praktik  Pengalaman  Lapangan  (PPL)  bagi  mahasiswa  Program  Studi Bimbingan dan Konseling. PPL merupakan wahana melaksanakan  layanan BK dengan menggunakan  pola  internship.  Dalam  kegiatan  PPL,  unjuk  kerja  tiap  mahasiswa praktikan  akan  tampak,  artinya  penguasaan  setiap  mahasiswa  dalam  melaksanakan layanan BK akan berbeda.

Penelitian  ini bertujuan untuk mengetahui penguasaan mahasiswa praktikan BK tahun  2010  dalam  1)  memahami  secara  mendalam  konseli  yang  hendak  dilayani;  2) menguasai landasan teoritik bimbingan dan konseling; 3) menyelenggarakan bimbingan dan konseling yang memandirikan; 4) dan mengembangkan pribadi dan profesionalitas secara berkelanjutan ketika melaksanakan PPL II di sekolah.

Penelitian  ini  menggunakan  rancangan  penelitian  deskriptif.  Data  penelitian dikumpulkan dengan angket. Populasi penelitian adalah mahasiswa praktikan BK  tahun 2010. Data dianalisis dengan teknik deskriptif.

Berdasarkan  hasil  analisis  data,  diperoleh  empat  simpulan  penelitian  sebagai berikut.  Pertama,  cukup  banyak  (45,54%)  mahasiswa  praktikan  BK  yang  cukup menguasai  kompetensi  memahami  secara  mendalam  konseli  yang  hendak  dilayani; Kedua,  cukup  banyak  (50,49%)  mahasiswa  praktikan  BK  tahun  2010  yang  cukup menguasai   landasan teoritik bimbingan dan konseling; Ketiga, cukup banyak (42,57%) mahasiswa  praktikan  BK  tahun  2010  yang  cukup  menguasai  kompetensi menyelenggarakan  bimbingan  dan  konseling  yang  memandirikan;  Keempat,  cukup banyak  (51,49%)  mahasiswa  praktikan  BK  tahun  2010  yang  menguasai  kompetensi mengembangkan pribadi dan profesionalitas secara berkelanjutan.

Berdasarkan hasil penelitian tersebut, disarankan kepada beberapa pihak di antaranya: Pertama, Program studi BK hendaknya lebih mensosialisasikan organisasi profesi konselor, karena ditemukan bahwa kompetensi berperan dalam organisasi dan kegiatan profesi masih kurang dikuasai oleh sebagian besar mahasiswa praktikan BK tahun 2010; Hendaknya memperbanyak ragam penelitian bimbingan dan konseling, seperti Penelitian Tindakan dalam Bimbingan Konseling (PTBK), eksperimen, pengembangan, dan penelitian studi kasus, karena atas dasar temuan penelitian bahwa ragam penelitian yang dipelajarai masih kurang beragam; Penyempurnaan kurikulum tentang jadwal pelaksanaan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) agar tidak bersamaan dengan kegiatan perkuliaahan, agar unjuk kerja mahasiswa dalam kegiatan PPL lebih maksimal.

Kedua,  Dosen  pembimbing  PPL  hendaknya  lebih  proaktif  dalam  melakukan bimbingan  kepada  mahasiswa  praktikan  BK,  baik  dalam  kegiatan  perencanaan, pelaksanaan,  maupun  evaluasi  kegiatan  PPL.  Hal  ini  berdasarkan  hasil  temuan penelitian yang berkaitan dengan kompetensi mahasiswa praktikan BK tahun 2010 pada umumnya,  baik  yang  telah  dikuasai  maupun  yang  masih  kurang  dikuasai.  Misalnya dengan  lebih  aktif   melakukan  supervisi mahasiswa praktikan ketika berpraktik, untuk mengetahui  unjuk  kerja  mahasiswa  dan  untuk  mengetahui  jika  ada  hambatan  dalam berpraktik. 

Ketiga, Dosen BK khusunya yang mengampu matakuliah asesmen hendaknya lebih inovatif dalam kegiatan pembelajaran, misalnya dengan lebih memperbanyak praktik. Karena hasil temuan penelitian bahwa kompetensi memahami konsep dan praksis asesmen untuk memahami kondisi, kebutuhan, dan masalah konseli kurang dikuasai oleh sebagian besar mahasiswa praktikan BK tahun 2010. 

Keempat,  peneliti  lanjutan  yang  akan melakukan penelitian  sejenis, hendaknya menggunakan  dosen  pembimbing  PPL  sebagai  subyek  penelitian  dan  menggunakan teknik  pengumpulan  data  yang  lebih  komprehensif,  yaitu  selain menggunakan  angket juga  menggunakan  wawancara  dan  observasi  untuk  saling  melengkapi  data  yang diperoleh.