SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2011

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Perbedaan Prestasi Belajar Ditinjau dari Gaya Belajar pada Siswa Kelas X SMA Negeri 8 Malang

Nimas Saraswati Caesar

Abstrak


ABSTRAK

 

Caesar, Nimas Saraswati. 2011 Perbedaan Prestasi Belajar Matematika Ditinjau dari Gaya Belajar Siswa Kelas X SMA Negeri 8 Malang. Skripsi, Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dra. Hj. Sri Weni Utami, M.Si, (2) Diyah Sulitiyorini, S.Psi, M.Psi.

 

Kata kunci : prestasi belajar matematika, gaya belajar

 

Prestasi belajar mata pelajaran matematika selalu sulit diraih dengan hasil yang memuaskan. Faktor yang mempengaruhi prestasi belajar matematika bermacam-macam. Hasil penelitian yang lain menunjukkan adanya faktor-faktor yang mempengaruhi belajar siswa, salah satunya faktor pendekatan belajar yakni segala cara atau strategi yang digunakan siswa dalam menunjang efektifitas dan efisiensi proses pembelajaran materi tertentu, dalam hal ini termasuk gaya belajar siswa. Gaya belajar merupakan cara yang unik dan sangat individual yang digunakan siswa untuk belajar.Penelitian ini bertujuan (1) untuk mengetahui gaya belajar (2) untuk mengetahui prestasi belajar matematika, dan (3) untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan prestasi belajar matematika yang dimiliki siswa dengan gaya belajar visual, gaya belajar auditori dan gaya belajar kinestetik pada siswa kelas X SMA Negeri 8 Malang.

Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif komparatif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Negeri 8 Malang. Subyek penelitian memiliki ciri-ciri (1) Siswa SMA Negeri 8 Malang (2) Kelas X (3) Mengikuti mata pelajaran matematika. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan angket gaya belajar dan tes prestasi belajar matematika.

Hasil analisis deskriptif menunjukkan siswa paling banyak memiliki  gaya belajar kinestetik. Prestasi belajar yang ditunjukkan tergolong rendah pada semua gaya gaya belajar. Rata-rata prestasi belajar yang paling tinggi diantara ketiga gaya belajar ditunjukkan siswa dengan gaya belajar auditori. Penelitian ini dengan menggunakan perhitungan uji beda Kruskal-Wallis diperoleh signifikasi sebesar 0,758. Hasil uji hipotesis penelitian ini menunjukkan tidak ada perbedaan prestasi belajar antara siswa dengan gaya belajar visual, auditori dan kinestetik. Hal ini mengindikasikan bahwa gaya belajar yang dimiliki setiap siswa dapat mempengaruhi prestasi belajar bila didukung dengan faktor lain yang mempengaruhi prestasi belajar.

Berdasarkan hasil penelitian disarankan (1) bagi peserta didik tetap memperhatikan gaya belajar yang dimiliki untuk memaksimalkan proses menerima materi pelajaran di sekolah, (2) bagi pendidik (guru) memilih metode & strategi belajar yang dapat memenuhi semua kebutuhan belajar anak dengan gaya belajar yang dimiliki masing-masing anak, (3) bagi orang tua, hendaknya memberikan dukungan penuh dengan menyediakan peralatan-perlatan dan tempat yang sesuai dengan gaya belajar anak dan mengkonsultasikan dengan guru di sekolah atau psikolog pendidikan, dan (4) bagi penelitian selanjutnya untuk lebih mengembangkan penelitian mengenai perbedaan prestasi belajar matematika dengan menambahkan ditinjau dari variabel yang lain, misalnya dengan motivasi belajar atau strategi belajar.