SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2011

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PERBEDAAN KEMAMPUAN MEMILIH PROSEDUR PROBLEM SOLVING ANTARA MAHASISWA YANG AKTIF MENGIKUTI ORGANISASI DAN MAHASISWA YANG TIDAK AKTIF MENGIKUTI ORGANISASI

NUR FAIZA SHOFIYANA

Abstrak


ABSTRAK

 

Shofiyana, Nur Faiza, 2011. Perbedaan Kemampuan Memilih Prosedur Problem Solving antara Mahasiswa yang Aktif Mengikuti Organisasi dan Mahasiswa yang Tidak Aktif Mengikuti Organisasi. Skripsi, Program Studi Psikologi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Endang Prastuti, M.Si. (II) Ninik Setiyowati, S. Psi, M. Psi.    

 

Kata kunci : problem solving, aktif organisasi, tidak aktif organisasi.

 

Masa mahasiswa adalah masa yang penuh dengan masalah. Problem solving merupakan suatu proses untuk menemukan suatu solusi atau jalan keluar untuk suatu masalah yang spesifik melalui proses berpikir yang terarah secara langsung dimana proses ini bertujuan untuk memperoleh pemecahan yang ideal atau kepuasan. Dalam proses pemecahan masalah ini terdapat tahapan-tahapan untuk mencapai solusi yang efektif. Pengalaman masa lalu sangat penting dan berpengaruh dalam problem solving. Salah satu cara untuk memperkaya pengalaman kita adalah dengan mengikuti organisasi. Di dalam organisasi mahasiswa dilatih untuk menghadapi dan memecahkan banyak masalah. Oleh karena itu, rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimana kemampuan memilih prosedur problem solving pada mahasiswa yang aktif mengikuti organisasi?, (2) bagaimana kemampuan memilih prosedur problem solving pada mahasiswa yang tidak aktif mengikuti organisasi?, (3) apakah ada perbedaan kemampuan memilih prosedur problem solving antara mahasiswa yang aktif mengikuti organisasi dan mahasiswa yang tidak aktif mengikuti organisasi?.

Desain penelitian ini adalah deskriptif komparatif. Penelitian dilakukan di Universitas Negeri Malang dengan subyek penelitian berjumlah 90 mahasiswa, dimana 43 mahasiswa aktif mengikuti organisasi dan 47 mahasiswa tidak aktif mengikuti organisasi. Instrumen yang digunakan berupa tes kemampuan memilih prosedur problem solving yang dikembangkan oleh penulis. Uji coba instrumen dilaksanakan pada 36 mahasiswa yang terdiri dari 18 mahasiswa aktif mengikuti organisasi dan 18 mahasiswa tidak aktif mengikuti organisasi. Data dianalisis dengan menggunakan teknik analisis deskriptif dan analisis Uji-t dengan taraf signifikansi 0,05.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Mahasiswa yang aktif mengikuti organisasi yang memiliki kemampuan memilih prosedur problem solving tinggi sebanyak 28 orang (65,12%), dan kategori rendah sebanyak 15 orang (34,88%). (2) Mahasiswa yang tidak aktif mengikuti organisasi sebanyak 22 orang (46,81%) memiliki kemampuan memilih prosedur problem solving tinggi, sedangkan sisanya 25 orang (53,19%) berada pada kategori rendah. (3) ada perbedaan kemampuan memilih prosedur problem solving antara mahasiswa yang aktif mengikuti organisasi dan mahasiswa yang tidak aktif mengikuti organisasi, dengan hasil Uji-t = 2,466, p = 0,016 < 0,05.

Berdasarkan hasil penelitan tersebut, disarankan bagi pihak universitas untuk mengadakan program-program yang dapat lebih memotivasi mahasiswa untuk aktif mengikuti organisasi dan lebih melengkapi referensi mengenai teori problem solving di perpustakaannya. Bagi mahasiswa yang sudah aktif mengikuti organisasi untuk tetap mempertahankan keaktifannya dalam berorganisasi dan terus belajar dalam meningkatkan kemampuan memilih prosedur problem solving yang dimilikinya, sedangkan untuk mahasiswa yang tidak aktif mengikuti organisasi disarankan untuk mencari wadah agar bisa mengadakan latihan dalam memecahkan masalah dengan lebih baik. Bagi peneliti selanjutnya agar mengadakan penelitian tidak terbatas pada keaktifan berorganisasi mahasiswa saja, melainkan bisa juga ditinjau dari jenis kelamin, usia, dan lain sebagainya