SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2011

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PELABELAN DIRI DALAM INTERAKSI SOSIAL SISWA KELAS UNGGULAN SMA NEGERI 1 PAPAR KEDIRI TAHUN AJARAN 2010/2011

Santy Andrianie

Abstrak


ABSTRAK

 

Andrianie, Santy. 2011. Pelabelan Diri Siswa dalam Interaksi Sosial Siswa Kelas Unggulan SMA Negeri 1 Papar, Kediri Tahun Ajaran 2010/2011. Skripsi Program Studi Bimbingan dan Konseling. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: I) Drs. Lutfi Fauzan, M.Pd., II) Dra. Henny Indreswari, M.Pd.

 

Kata Kunci: pelabelan, interaksi sosial, kelas unggulan

 

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya label yang digunakan oleh siswa kelas unggulan dalam interaksi sosial mereka. Pemaknaan tentang label dan alasan tentang label yang melekat pada diri siswa kelas unggulan akan berpengaruh pada interaksi sosial mereka. Fokus penelitian ini adalah bagaimanakah pelabelan tersebut berpengaruh terhadap bentuk interaksi social siswa kelas unggulan terhadap diri dan lingkungan sosialnya.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi kasus. Pemilihan subjek penelitian menggunakan teknik snowball sampling. Dalam penelitian ini, yang menjadi sumber data utama adalah kata-kata dan tindakan dalam lingkungan sosial siswa kelas unggulan. Data tersebut didukung dengan sumber tertulis yang berkaitan dengan siswa kelas unggulan seperti buku pribadi dan daftar nilai serta  foto aktifitas siswa kelas unggulan. Data dikumpulkan dengan melakukan observasi partisipatif, wawancara mendalam, triangulasi dan dokumentasi. Analisis data yang didapat selama satu bulan penelitian ini dilakukan menggunakan teknik deskriptif melalui reduksi data, displai data, dan verifikasi data. Setelah data tersebut diperoleh kemudian dilakukan pengecekan keabsahan data dengan menggunakan perpanjangan keikutsertaan metode trianggulasi, ketekunan pengamatan, dan pemeriksaan sejawat melalui diskusi.

Temuan penelitian menunjukkan ada dua label yang melekat pada diri siswa kelas unggulan yaitu label sebagai kelas unggulan-unggulanan dan ita-itu. Label ini muncul pada perilaku siswa kelas unggulan didasari karena adanya keinginan mendapatkan kepuasan jika menunjukkan perilaku label tersebut serta adanya keinginan untuk mendapatkan perhatian dari lingkungan sekitarnya.

Perilaku label ini ditunjukkan dengan berbagai cara dalam hampir setiap kegiatan siswa, baik ketika pelajaran maupun saat istirahat dan juga ketika jam kosong di sekolah. Di antara  personil sekolah memberikan respon yang berbeda-beda terhadap perilaku label yang ditunjukkan siswa kelas unggulan. Ada yang memberikan respon negatif, dengan menilai bahwa siswa kelas unggulan yang ada saat ini tidak seperti yang diharapkan, ada yang memberi respon positif bahwa perilaku label tersebut merupakan hal yang wajar bagi remaja, dan ada yang bersikap netral yang tidak membenarkan ataupun menyalahkan perilaku label tersebut. Bagi pihak-pihak yang memberikan reaksi netral dan positif perilaku label yang ditunjukkan oleh siswa kelas unggulan, tidak menimbulkan masalah dalam kegiatan interaksi sosial mereka. Namun bagi pihak yang memberikan reaksi negatif terhadap perilaku label yang ditunjukkan siswa kelas unggulan perilaku label ini acapkali memicu adanya konflik dalam interaksi sosial mereka.

Berdasarkan hasil temuan penelitian ini, diberikan saran kepada pihak yang terkait dengan penyelenggaraan pendidikan kelas unggulan diharapkan untuk tidak memberikan penilaian secara sepihak terkait label yang ditunjukkan oleh siswa kelas unggulan, namun juga dapat memahami dan mengarahkan siswa kelas unggulan agar dapat maksimal dalam aspek-aspek perkembanggan kognitif, afektif, dan psikomotorik. Kepada penyelenggara kegiatan bimbingan dan konseling di sekolah, diharapkan dapat merancang program layanan yang dapat membantu bagi anak-anak yang diuntungkan dalam pelaksanaan program kelas unggulan ini.