SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2011

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

HUBUNGAN ANTARA KECEMASAN DENGAN PENYESUAIAN DIRI MENANTU PEREMPUAN YANG TINGGAL SERUMAH DENGAN MERTUA PEREMPUAN

Massayu Trisna Widoretno

Abstrak


ABSTRAK

 

Widoretno, Massayu Trisna. 2011. Hubungan Antara Kecemasan Dengan Penyesuaian Diri Menantu Perempuan Yang Tinggal Serumah Dengan Mertua Perempuan. Skripsi, Program Studi Psikologi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Endang Prastuti, M.Si., (II) Nur Eva, S.Psi, M.Psi.

 

Kata Kunci : kecemasan, penyesuaian diri, menantu perempuan

 

Havighurst (dalam Mappiare, 1983) menyatakan bahwa menikah dilalui sebagian besar individu dewasa muda sebagai salah satu tugas perkembangannya. Carter dan McGoldirck (dalam Santrock, 2002) menyatakan bahwa dengan menikah, individu berada pada tahap pasangan baru dalam siklus keluarga dimana individu menghadapi perubahan peran, dengan menikah individu menghadapi tugas-tugas yang membutuhkan penyesuaian diri. Perempuan yang tinggal dengan mertua perempuan otomatis akan berada di lingkungan dan bersama orang-orang yang baru dan dengan cara hidup yang baru. Hal tersebut akan menimbulkan kecemasan yang akan mempengaruhi penyesuaian diri menantu perempuan. Penelitian ini bertujuan (1) mengetahui gambaran kecemasan menantu perempuan yang tinggal serumah dengan mertua perempuan, (2) mengetahui gambaran penyesuaian diri menantu perempuan yang tinggal serumah dengan mertua perempuan, (3) mengetahui apakah terdapat hubungan antara kecemasan dengan penyesuaian diri menantu perempuan yang tinggal serumah dengan mertua perempuan.

Jenis penelitian ini adalah deskriptif dan korelasional pada 41 orang menantu perempuan yang tinggal serumah dengan mertua perempuan di desa Karangduren. Data diambil dengan menggunakan Skala Kecemasan dan Skala Penyesuaian diri. Teknik analisis data untuk melihat gambaran kecemasan dan penyesuaian diri adalah analisis deskriptif, sedangkan untuk mengetahui hubungan antara kecemasan dengan penyesuaian diri adalah dengan analisis korelasi Product Moment.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) menantu yang memiliki kecemasan tinggi sebanyak 41% dan rendah sebanyak 59%, (2) menantu yang memiliki penyesuaian diri tinggi sebanyak 59% dan rendah sebanyak 41%, (3) terdapat hubungan negatif antara kecemasan dengan penyesuaian diri menantu perempuan yang tinggal serumah dengan mertua perempuan (rxy = -0.302, sig.= 0.038 < 0.05). Artinya semakin tinggi kecemasan menantu perempuan maka semakin rendah penyesuaian dirinya.

Berdasarkan hasil penelitian, dapat disarankan: (1) agar menantu perempuan yang tinggal serumah dengan mertua perempuan meningkatkan penyesuaian diri terhadap mertua dengan cara menjalin hubungan baik, lebih sering berkomunikasi dengan mertua (2) menantu perempuan hendaknya dapat memahami hubungan dan perannya sebagai menantu, yaitu menghormati dan merawat mertua dengan baik (3) peneliti selanjutnya agar menggunakan variabel lain misalnya kecerdasan emosi, konsep diri, dan lain-lain yang dapat mempengaruhi penyesuaian diri menantu perempuan yang tinggal serumah dengan mertua perempuan.