SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2011

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

HUBUNGAN ANTARA KONSEP DIRI DAN PENYESUAIAN SOSIAL PADA REMAJA YANG MENGGUNAKAN TATO DAN TINDIK

Deasy Christia Sera

Abstrak


ABSTRAK

 

Sera, Deasy Christia. 2011. Hubungan antara Konsep Diri dan Penyesuaian Sosial pada Remaja yang Menggunakan Tato dan Tindik. Skripsi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Endang Prastuti, M.Si, (II) Nur Eva, S.Psi, M.Psi.

 

Kata Kunci: konsep diri, penyesuaian sosial, remaja yang menggunakan tato dan tindik

 

Konsep diri adalah keseluruhan aspek-aspek individu mengenai persepsi tentang gambaran dirinya. Penyesuaian sosial adalah usaha individu untuk menyesuaikan diri dengan orang lain dan kelompok sesuai dengan keinginan dari dalam tuntutan lingkungan. Dengan memiliki konsep diri yang positif maka anak dapat menciptakan hubungan dengan orang lain secara tepat dan menumbuhkan penyesuaian sosial yang baik. Tato adalah seni menghias tubuh dengan gambar tertentu. Tindik adalah seni menghias tubuh dengan melubangi dan memberi perhiasan pada anggota tubuh. Penelitian ini bertujuan (1) mengetahui konsep diri remaja yang menggunakan tato dan tindik; (2) mengetahui penyesuaian sosial remaja yang menggunakan tato dan tindik; (3) mengetahui apakah terdapat hubungan antara konsep diri dan penyesuaian sosial pada remaja yang menggunakan tato dan tindik.

Jenis penelitian  ini adalah korelasional, sedang dalam  pengambilan sampel uji coba menggunakan teknik purposive sampel, subjek penelitian dalam penelitian ini berjumlah 38 orang yaitu remaja yang menggunakan tato dan tindik di kota Malang yang berusia 17-21 tahun. Instrumen penelitian yang digunakan adalah Skala Konsep Diri dan Skala Penyesuaian Sosial. Skala Konsep Diri dan Skala Penyesuaian Sosial yang dikembangkan oleh peneliti. Untuk menguji kelayakan instrumen digunakan uji validitas dan reliabilitas. Hasil uji validitas aitem konsep diri diperoleh nilai validitas antara 0,349 sampai 0,786 dan penghitungan reliabilitas dengan koefisien Alpha Cronbach 0.935. sedangkan untuk hasil uji validitas aitem penyesuaian sosial diperoleh nilai validitas antara 0,349 sampai 0,784 dan penghitungan reliabilitas dengan koefisien Alpha Cronbach 0,941. Teknik pengumpulan data menggunakan skala. Teknik analisis data menggunakan analisa deskriptif dan korelasi Pearson.

Hasil penelitian dari 38 subyek diperoleh hasil: (1) konsep diri remaja yang menggunakan tato dan tindik berada dalam klasifikasi sangat tinggi (10,53%), tinggi (36,84%), rendah (39,47) dan sangat rendah (13,16%); (2) penyesuaian sosialnya berada dalam klasifikasi sangat tinggi (18,42%), tinggi (23,69%), rendah (36,84%) dan sangat rendah (21,05%); (3) dengan menggunakan tehknik Spearman Brown korelasi antara konsep diri dan penyesuaian sosial sebesar rxy = 0,659 dengan signifikansi (0,000 < 0,05), berarti bahwa ada hubungan antara konsep diri dengan penyesuaian sosial  pada semua klasifikasi remaja yang menggunakan tato dan tindik yang positif dan signifikan dalam kategori tinggi.

Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan bagi: (1) remaja yang menggunakan tato dan tindik meningkatkan konsep diri dengan cara untuk meningkatkan konsep diri dengan cara lebih banyak menyadari sisi-sisi positif diri dan meningkatkannya melalui pelatihan-pelatihan mengenai konsep diri. dan berafiliasi orang lain dan memiliki persepsi yang sehat mengenai obyek, peristiwa dalam kehidupannya sehingga remaja akan dapat mengefektifkan proses sosialisasinya; (2) peneliti selanjutnya dapat menjadikan penelitian ini sebagai referensi dalam melakukan penelitian lebih lanjut, mengembangkan penelitian dengan menggunakan metode penelitian kualitatif untuk mendalami dinamika yang ada pada remaja yang menggunakan tato dan tindik.