SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2011

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Hubungan Antara Intensitas Menonton Iklan Televisi dan Perilaku Konsumtif Remaja Kota Malang

Zahrotul Ulum

Abstrak


ABSTRAK

 

Ulum, Zahrotul. 2011. Hubungan Antara Intensitas Menonton Iklan Televisi dan Perilaku Konsumtif Remaja Kota Malang. Skripsi, Program Studi Psikologi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Fattah Hanurawan, M.Si., M.Ed. (II) Nur Eva, S.Psi., M.Psi.

 

Kata Kunci: intensitas menonton iklan televisi, perilaku konsumtif, remaja.

 

Televisi  merupakan  salah  satu  produk  kemajuan  teknologi  yang  secara langsung dapat  dilihat  di  Indonesia. Seseorang  bisa mendapatkan  informasi  dari televisi.  Informasi  berlebihan  yang  didapatkan  manusia  melalui  kemajuan teknologi secara  langsung maupun  tidak  langsung akan mengubah kebiasaan dan gaya  hidup  seseorang  dalam  jangka  waktu  yang  relatif  singkat,  yang  pada akhirnya  dapat  menimbulkan  pola  hidup  konsumtif.  Pada  dasarnya  televisi dianggap mampu menyajikan  iklan  yang dikemas  dalam visualisasi  yang  sangat bagus, sehingga mudah merangsang remaja untuk mencoba menggunakan produk baru ataupun membeli produk tersebut tanpa berpikir panjang mengenai nilai guna dari barang tersebut.

Rancangan penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif yang bersifat deskriptif  korelasional.  Pemilihan  responden  penelitian  menggunakan  teknik Purposive Sampling. Penelitian dilakukan pada 130  remaja, yang  terdiri dari   22 remaja mewakili Kecamatan Klojen, 36 remaja mewakili kecamatan Lowokwaru, 23 remaja mewakili  kecamatan  Sukun,  21 remaja mewakili  kecamatan Kedung Kandang dan 28 remaja mewakili kecamatan Blimbing.

Metode yang digunakan untuk menyusun skala intensitas menonton iklan televisi  adalah  metode  skala  Thurstone dengan  skor  reliabilitas  sebesar  0,863.Sedangkan  skala  perilaku  konsumtif  disusun  berdasarkan metode Likert dengan skor reliabilitas 0,821.

Hasil penelitian mengungkap bahwa: (1) sebesar 91,23% atau sebanyak 119 remaja di  Kota Malang dikategorikan  dalam  intensitas menonton  iklan  televisi yang  sedang;  (2)  sebesar  67,69%  atau 88  remaja  di Kota Malang  dikategorikan dalam  perilaku  konsumtif  sedang;  (3)  Ada  hubungan  positif  antara  intensitas menonon  iklan  televisi  dan  perilaku  konsumtif  remaja  dengan  hasil  uji  korelasi product moment rxy = 0,498 ; p < 0,05, dengan R² sebesar 0,248.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran dari peneliti, yaitu: (1) disarankan  agar remaja mengurangi  intensitas menonton  iklan  televisi,  sehingga mereka  lebih mampu mengendalikan  kecenderungan  perilaku  konsumtifnya; (2) disarankan  agar  orang  tua mengarahkan  kegiatan  putra-putrinya  dalam  mengisi waktu  luang,  misalnya  mendukung  mereka  untuk  mengikuti  kegiatan ekstrakurikuler  di  sekolahnya;  (3)  disarankan  agar  para  pendidik  memberikan penyuluhan  tentang  intensitas  menonton  iklan  televisi  dan  perilaku  konsumtif kepada anak didiknya yang notabene berada dalam usia remaja; (4) terkait dengan keterbatasan  penelitian  ini,  diharapkan  pada  peneliti  yang  berminta  mengkaji permasalahan ini agar menyusun Skala Intensitas Menonton Iklan Televisi sesuai dengan kaidah penyusunan skala Thurstone yang baku.