SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2011

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Hubungan antara Kecerdasan Spiritual dan Kepuasan Kerja pada Guru Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kabupaten Blitar.

Rifa Mahbubah

Abstrak


ABSTRAK

 

Mahbubah, Rifa. 2011. Hubungan antara Kecerdasan Spiritual dan Kepuasan Kerja pada Guru Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kabupaten Blitar. Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi, Program Studi Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Fattah Hanurawan, M.Si., M.Ed (II) Anies Syafitri, S. Psi., M. Psi., Psikolog.

 

Kata Kunci: Kecerdasan Spiritual, Kepuasan Kerja, Guru Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kabupaten Blitar.

 

Guru MAN sangat berperan dalam mencetak lulusan yang berkualitas. Diharapkan lulusan MAN mampu berfikir cerdas, kritis, inovatif, demokratis, dan berakhlak sehingga mampu bersaing dalam pendidikan yang lebih tinggi ataupun dalam dunia kerja. Dalam menjalankan tugasnya guru memerlukan kesejahteraan secara psikologis dan materi untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Kesejahteraan berhubungan erat dengan kepuasan yang dirasakan. Kepuasan kerja guru berkaitan dengan efektifitas kinerja dan produktivitas dalam bekerja. Kepuasan dianggap sebagai sesuatu yang ukurannya relatif. Setiap individu akan memiliki tingkat kepuasan yang berbeda-beda sesuai dengan sistem nilai yang berlaku pada dirinya. Diperlukan pula kecerdasan untuk menyadari dan memaknai, menentukan nilai, menghayati pentingnya moral serta cinta terhadap kekuatan yang lebih besar dan sesama makhluk, yaitu kecerdasan spiritual.

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui (1) tingkat kecerdasan spiritual pada guru MAN Kabupaten blitar (2) tingkat kepuasan kerja pada guru MAN Kabupaten Blitar (3) hubungan antara kecerdasan spiritual dan kepuasan kerja pada guru MAN Kabupaten Blitar dengan menggunakan pendekatan kuantitatif yang dikembangkan dengan rancangan deskriptif korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah guru MAN Kabupaten Blitar, sampel dalam penelitian ini berjumlah 75 guru dengan menggunakan teknik simple random sampling. Penelitian ini menggunakan dua instrumen (1) skalakecerdasan spiritual dengan reliabilitas 0,920 (2) skala kepuasan kerja dengan reliabilitas 0,864.

Hasil dari penelitian ini adalah (1) Kecerdasan spiritual guru MAN Kabupaten Blitar termasuk dalam kategori sedang, (2) Kepuasan Kerja guru MAN Kabupaten Blitar termasuk dalam kategori sedang, (3) Ada hubungan positif yang signifikan antara kecerdasan spiritual dan kepuasan kerja, yaitu sebesar r = 0,655, sig 0,00 < 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat kecerdasan spiritual maka semakin tinggi pula tingkat kepuasan kerjanya.

Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan tiap guru meningkatkan kualitas kecerdasan spiritualnya sehingga mampu meningkatkan kepuasan kerja. Untuk kepala sekolah untuk memperhatikan kesejahteraan guru yang difokuskan pada kesejahteraan mental, misalnya dengan mengadakan seminar atau pelatihan tentang kecerdasan spiritual pada guru MAN Kabupaten Blitar. Untuk peneliti selanjutnya, diharapkan pada peneliti selanjutnya agar membuat instrumen penelitian kecerdasan spiritual dalam bentuk lain untuk mengatasi kelemahan instrument yang telah digunakan dan agar lebih mampu mengukur kecerdasan spiritual lebih akurat.