SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2011

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Perilaku Komunikasi Interpersonal Pada Kaskuser Dengan Kecenderungan Internet Addiction Disorder

Aldila Putri Karindra

Abstrak


ABSTRAK

 

Karindra, Aldila Putri. 2011. Perilaku Komunikasi Interpersonal Pada Kaskuser Dengan Kecenderungan Internet Addiction Disorder. Skripsi, Program Studi Psikologi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Fattah Hanurawan, M.Si, M.Ed (II) Diyah Sulistyorini, S.Psi, M.Psi.

 

Kata Kunci: Komunikasi Interpersonal, Kecenderungan Internet Addiction Disorder, Kaskuser

 

Perilaku komunikasi interpersonal merupakan semua tindakan atau aktivitas manusia yang secara khusus mengacu pada kegiatan untuk mengungkapkan perasaan, kebutuhan, dan pikiran antara pemberi dan penerima pesan dan mendapatkan timbal balik secara langsung. Internet addiction disorder merupakan tingkat penggunaan Internet secara patologis dan kompulsif, yang muncul pada orang yang merasa bahwa dunia maya (virtual reality) pada layar komputernya lebih menarik daripada dunia nyata kehidupannya sehari-hari yang dilihat berdasarkan kriteria diagnostik.

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengungkap perilaku komunikasi interpersonal pada kaskuser dengan kecenderungan Internet addiction disorder, dengan menggunakan metode kualitatif yang dikembangkan dengan model deskriptif-interpretif yang bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai suatu fenomena dan menemukan makna serta memberikan interpretasi dan dengan menggunakan teknik analisis isi. Subjek penelitian dalam penelitian ini sebanyak 3 orang kaskuser dengan kecenderungan Internet addiction disorder. Penelitian ini dilakukan dengan wawancara dan observasi. Teknik validasi yang digunakan adalah triangulasi sumber data.

Hasil penelitian ini adalah 1) adanya keengganan (unwillingness) untuk ikut terlibat dalam komunikasi langsung (face to face) karena merasa cemas yang disebabkan oleh adanya penilaian serta identifikasi fisik. Sehingga mereka lebih memilih untuk berkomunikasi secara online (mediated interpersonal communication), 2) perilaku anonimitas dalam konteks komunikasi interpersonal bermedia tidak hanya bertujuan menyembunyikan identititas, namun secara tidak langsung merupakan semacam aturan yang tidak tertulis dan ahirnya telah menjadi budaya bagi penggunanya, namun yang lebih pada kondisi dimana seorang individu dapat mengkomunikasikan idenya tanpa harus dilihat dan juga melihat perubahan atau lebih tepatnya reaksi verbal maupun reaksi non verbal, 3) komunikator dapat lebih membuka dirinya, menceritakan sesuatu yang bersifat pribadi atau bahkan mengandung resiko ketika berkomunikasi secara online karena lebih merasa nyaman dan aman sehingga komunikasi dapat berjalan dengan lebih akrab dan terbuka, 4) bahasa gaul kaskus hanya mereka gunakan saat berkomunikasi secara online saja atau ketika menyapa seorang kaskuser dan bahasa gaul kaskus lebih berfungsi sebagai sarana memelihara identitas dan solidaritas kelompok kaskus.

Berdasarkan hasil penelitian maka disarankan bagi: 1) kaskuser, untuk mengurangi aktivitasnya dalam mengakses Internet dan lebih menyibukkan diri dalam kegiatan nyata, dapat terhindar dari dampak negatif penggunaan Internet secara patologis. Serta dapat berkomunikasi sebagaimana mestinya dan dengan baik, 2) anggota keluarga atau kerabat, dapat lebih berperan aktif memberikan kontrol terhadap penggunaan Internet, mengajak berkomunikasi secara langsung, memberikan perhatian dan menanamkan rasa percaya diri serta menghindari suatu evaluasi dan identifikasi fisik atas diri kaskuser. 3) peneliti selanjutnya, dapat menggunakan metode lain, misalnya dengan metode eksperimen yakni dengan membuat suatu desain pelatihan komunikasi. Peneliti juga perlu memperbanyak jumlah subyek penelitian agar memperoleh data data yang lebih bervariasi untuk menambah informasi yang dibutuhkan dalam penelitian tersebut.