SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2009

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENGEMBANGAN PAKET BIMBINGAN PENINGKATAN KETERAMPILAN MANAJEMEN STRES BAGI SISWA MADRASAH ALIYAH

Praptanti Dyah Fitriana

Abstrak


ABSTRAK

 

 

Fitriana, Praptanti Dyah. 2009. Pengembangan Paket Bimbingan Peningkatan Keterampilan Manajemen Stres bagi Siswa Madrasah Aliyah. Skripsi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. M. Ramli, M.A., (II) Dra. Ella Faridati Zen, M.Pd.

 

Kata kunci: pengembangan, paket bimbingan, keterampilan manajemen stres, siswa Madrasah Aliyah.

 

Para siswa Madrasah Aliyah sering menunjukkan gejala stres. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain beratnya beban belajar siswa karena kurikulum Madrasah Aliyah (MA) yang menerapkan 100% kurikulum SMA seperti biasa ditambah dengan kurikulum agama Islam. Full Day School terkadang membawa stres bagi siswa karena siswa merasa lelah dan jenuh akibat seharian belajar. Kondisi seperti ini ditambah lagi jika siswa tinggal di pondok pesantren, dimana mereka harus pandai membagi waktu dalam mengikuti seluruh kegiatan di MA dan pondok pesantren. Gaya hidup modern, dimana ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang pesat membawa tuntutan baru bagi siswa untuk dapat menguasainya dengan cepat dan tepat, sementara banyak orangtua siswa yang justru mengabaikan pendampingan anak dan lebih sibuk bekerja. Selain itu di dalam hubungan interpersonal siswa, sering terjadi konflik yang dapat membuat siswa tidak nyaman. Oleh karena itu penting sekali bagi siswa berlatih meningkatkan keterampilan manajemen stres untuk mengurangi atau mengatasi stres yang dialaminya dalam kehidupan sehari-hari.

Sampai saat ini belum ada media bimbingan yang dikembangkan untuk membantu siswa meningkatkan keterampilan manajemen stres. Untuk itu, penelitian ini akan mengembangkan paket bimbingan peningkatan keterampilan manajemen stres (PBPKMS) bagi siswa MA yang dapat diterima dari segi kegunaan, kelayakan, ketepatan dan kemenarikan.

Pengembangan PBPKMS ini menggunakan model prosedural Borg&Gall yang terdiri atas tiga tahapan pengembangan, yaitu tahap pra survei, tahap penyusunan prototipe produk dan tahap validasi. Pada tahap pra survei, kegiatan yang dilakukan adalah melakukan studi kepustakaan dan survei lapangan. Pada tahap penyusunan prototipe produk, kegiatan yang dilakukan adalah merumuskan kompetensi dasar, merumuskan tujuan bimbingan, menentukan prosedur bimbingan, menyusun prototipe produk pengembangan PBPKMS dan menyusun alat evaluasi. Prototipe pengembangan PBPKMS yang dihasilkan terdiri dari dua komponen, yaitu buku panduan bimbingan peningkatan keterampilan manajemen stres dan buku paket bimbingan peningkatan keterampilan manajemen stres bagi siswa MA. Tahap yang terakhir adalah tahap validasi. Pada tahap ini dilakukan uji coba prototipe PBPKMS oleh ahli dan calon pengguna produk. Subyek uji ahli adalah seorang ahli bimbingan dan konseling, sedangkan subyek calon pengguna produk adalah tiga orang konselor MA. Instrumen yang digunakan untuk uji coba prototipe produk adalah format penilaian uji ahli dan calon pengguna produk berbentuk skala penilaian, lembar saran dan wawancara. Analisis data yang digunakan adalah analisis kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif didapatkan dari hasil analisis skala penilaian yang telah diisi oleh ahli dan calon pengguna produk, sedangkan data kualitatif didapatkan dari komentar, saran dan masukan ahli dan calon pengguna produk yang diungkapkan dalam lembar saran maupun pada saat wawancara.

Hasil penilaian ahli dan calon pengguna produk menunjukkan bahwa PBPKMS telah diterima dari aspek kegunaan, kelayakan, ketepatan dan kemenarikan. Pada aspek kegunaan, ahli memberikan skor 23, sedangkan skor rata-rata dari penilaian para konselor adalah 21,7. Dengan demikian, penilaian ahli dan konselor untuk aspek kegunaan termasuk pada kategori sangat berguna. Pada aspek kelayakan, ahli memberikan skor 50, sedangkan skor rata-rata dari penilaian para konselor adalah 41,3. Dengan demikian, penilaian ahli untuk aspek kelayakan termasuk pada kategori sangat layak, sedangkan penilaian konselor termasuk pada kategori layak. Selanjutnya ahli memberikan skor 61 pada aspek ketepatan, sedangkan skor rata-rata dari penilaian para konselor adalah 52. Dengan demikian, penilaian ahli untuk aspek ketepatan termasuk pada kategori sangat tepat, sedangkan penilaian konselor termasuk pada kategori tepat. Dan yang terakhir, untuk aspek kemenarikan ahli memberikan skor 7, sedangkan skor rata-rata dari penilaian para konselor adalah 6. Dengan demikian, penilaian ahli untuk aspek kemenarikan termasuk pada kategori sangat menarik, sedangkan penilaian konselor termasuk pada kategori menarik. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa secara umum PBPKMS ini sesuai dan dapat digunakan untuk pembimbingan keterampilan manajemen stres siswa MA.

Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan agar dilakukan penelitian lebih lanjut, yaitu perlu dilakukan uji lapangan (siswa) sehingga PBPKMS ini benar-benar dapat dirasakan manfaat dan kesesuaiannya bagi siswa MA. Selain itu perlu dikembangkan buku paket bimbingan peningkatan keterampilan manajemen stres yang dapat digunakan siswa secara mandiri. Konselor juga diharapkan memberi dorongan kepada siswa untuk terus berlatih menggunakan teknik-teknik manajemen stres dalam kehidupan sehari-hari sehingga menjadi kebiasaan siswa yang positif dalam mengahadapi kesibukan, tuntutan, kecemasan atau konflik yang dialami.