SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2011

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Gaya Kepemimpinan Mahasiswa Unit Kegiatan Mahasiswa

Jayaning Sila Astuti

Abstrak


ABSTRAK

 

Astuti, Jayaning Sila. 2011. Gaya Kepemimpinan Mahasiswa Unit Kegiatan Mahasiswa. Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1) Prof. Dr. Marthen Pali, M.Si, (II) Ika Andrini Farida, M.Psi.

 

Kata kunci : gaya kepemimpinan, Unit Kegiatan Mahasiswa.

 

UKM adalah salah satu unit kegiatan mahasiswa yang ada di Malang. Berdasarkan hasil wawancara terhadap dua orang anggota Dewan Pertimbangan Organisasi, dapat diketahui bahwa kontrol ketua umum terhadap organisasi pada periode 2010 ini lemah. Padahal faktor kepemimpinan adalah salah satu faktor penting dalam menjalankan roda kepemimpinan secara stabil. Oleh karena itu, menjadi sesuatu yang penting untuk meneliti seperti apakah gaya kepemimpinan mahasiswa di UKM setelah terjadi kasus tersebut.

Tujuan penelitian ini adalah 1) Mendeskripsikan cara berkomunikasi para pemimpin di UKM periode 2010, 2) Mendeskripsikan cara memotivasi bawahan dari para pemimpin di UKM periode 2010, 3) Mendeskripsikan cara penyusunan tujuan kelompok dari para pemimpin di UKM periode 2010, 4) Mendeskripsikan proses pengambilan keputusan dari para pemimpin di UKM periode 2010.

Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian ini adalah UKM di Malang. Model penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam dan jurnal refleksi subyek. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan ketekunan pengamatan, triangulasi, dan kecukupan referensial.

Hasil penelitian ini menunjukkan 1) UKM adalah organisasi yang lebih mengedepankan pengembangan bakat minat anggotanya daripada keorganisasiannya, 2) Departemen-departemen di dalam tubuh organisasi UKM berjalan tanpa koordinasi yang baik, 3) Cara pemotivasian yang banyak digunakan adalah koordinasi dengan bawahan, sedang yang khas adalah kedekatan personal dan pemotivasian di bidang kepenulisan bawahan, 4) Gaya kepemimpinan mahasiswa UKM adalah partisipatif-kelompok, dilihat dari cara berkomunikasi dan cara pengambilan keputusan, 5) Beberapa pemimpin di UKM tidak memahami bagaimana komunikasi dan motivasi terhadap bawahan dijalankan dalam organisasi.

Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa meskipun dari aspek komunikasi para pemimpin termasuk dalam klasifikasi partisipatif-kelompok, sebagian para pemimpin tidak menjalin komunikasi yang intens dengan bawahan. Sehingga pemotivasian terhadap bawahan kurang, tidak ada sinergi tujuan organisasi antara ketua umum dengan kepala departemen, dan atasan tidak melakukan kontrol yang baik terhadap bawahan dan membuat bawahan banyak melakukan pengambilan keputusan sendiri.

Dari hasil penelitian tersebut disarankan untuk 1) Merancang kembali persyaratan menjadi pengurus organisasi UKM Penulis dengan mempertimbangkan: mengangkat pengurus yang masa studinya masih memungkinkan, tidak mengangkat kepala departemen yang telah menjabat sebagai kepala departemen di organisasi lain, mengetahui pemahaman para calon pengurus tentang kepemimpinan dalam organisasi sebelum dipilih menjadi pengurus; 2) Ketua umum menyusun tujuan kepengurusan dengan melibatkan bawahan. Atau jika ketua umum menyusunnya sendiri, ketua umum memberikan penjelasan mendetail tentang tujuan kepengurusan kepada bawahan. 3) Memperjelas wewenang antara pengurus harian, terutama antara ketua umum yang membawahi organisasi secara penuh dan ketua I yang membawahi urusan dalam organisasi.