SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2009

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Hubungan Pembinaan dan Kecerdasan Emosi dengan Kontrol Diri Narapidana di Lembaga Pemasyarakatan klas II B Pasuruan

raodlah el farah

Abstrak


ABSTRAK

El Farah, Raodlah. 2009. Hubungan Pembinaan dan Kecerdasan Emosi dengan Kontrol Diri Narapidana Lembaga Pemasyarakatan klas II B Pasuruan.  Skripsi.  Program  Studi Psikologi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1) Dra. Sri Weni Utami, M.Si, (2) Ika Andrini Farida, M.Psi

 

Kata Kunci : pembinaan, kecerdasan emosi, dan kontrol diri.

 

Kontrol diri merupakan kemampuan individu untuk mengontrol dan mengelola faktor-faktor perilaku sesuai dengan situasi dan permintaan sosial. Kontrol diri yang tinggi lebih banyak berperilaku yang benar dan meminimalisir tindak yang merugikan orang lain. Salah satu bentuk tindak yang merugikan orang lain yaitu tindak kejahatan, oleh karenanya para narapidana yang melakukan tindak kejahatan diberi pembinaan didalam Lembaga Pemasyarakatan, diharapkan ketika keluar dari Lembaga Pemasyarakatan dapat melakukan kontrol diri sehingga tidak melakukan perilaku yang merugikan orang lain. Dalam berperilaku, emosi juga berpengaruh karena emosi merupakan dorongan untuk bertindak. Agar dapat berperilaku yang tepat dan sesuai dengan permintaan sosial maka diperlukan suatu pengelolaan emosi melalui kecerdasan emosi. Sehingga dibutuhkan pembinaan yang baik serta kecerdasan emosi agar narapidana dapat mengontrol diri dan tidak melakukan perilaku yang merugikan orang lain lagi.

            Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) gambaran pembinaan di Lembaga Pemasyarakatan (2) gambaran kecerdasan emosi narapidana (3) gambaran kontrol diri narapidana (4) hubungan pembinaan dengan kontrol diri narapidana (5) hubungan kecerdasan emosi dengan kontrol diri (6) hubungan pembinaan dan kecerdasan emosi dengan kontrol diri narapidana

Penelitian dalam skripsi ini merupakan penelitian deskriptif dan korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah narapidana di Lembaga Pemasyarakatan klas II B Pasuruan. Subjek penelitian sejumlah 54 orang dengan sifat-sifat yaitu berstatus sebagai narapidana di Lembaga Pemasyarakatan klas II B Pasuruan, telah menjalani pembinaan minimal 6 bulan, berjenis kelamin laki-laki dan berusia antara 18-40 tahun. Instrument penelitian yang digunakan yaitu skala persepsi terhadap pembinaan, skala kecerdasan emosi dan skala kontrol diri. Menggunakan analisis data yang terdiri dari analisis deskriptif, analisis korelasi Product Moment dan analisis regresi linier berganda.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar narapidana mempersepsi bahwa pembinaan yang diberikan Lembaga Pemasyarakatan klas II B Pasuruan cukup. Tingkat kecerdasan emosi sebagian besar narapidana termasuk dalam kategori sedang. Tingkat kontrol diri sebagian besar narapidana termasuk dalam kategori sedang. Hasil analisis korelasi antara pembinaan dengan kontrol diri menunjukkan nilai r = 0,326 (p = 0,016 < 0,05) berarti ada hubungan positif dan signifikan antara pembinaan dengan kontrol diri. Hasil analisis korelasi antara kecerdasan emosi dengan kontrol diri menunjukkan nilai r = 0,608 (p = 0,000 < 0,05) berarti ada hubungan positif dan signifikan antara kecerdasan emosi dengan kontrol diri. Dalam hasi uji regresi linier berganda menunjukkan R2 = 0,377 dan Fhitung = 15,414 (p = 0,000 < 0,05) berarti ada hubungan antara pembinaan dan kecerdasan emosi secara bersama-sama dengan kontrol diri.

Berdasarkan hasil penelitian ini, maka saran yang diberikan adalah: 1) Bagi Narapidana, hendaknya meningkatkan kontrol diri, menggunakan pembinaan sebagai bekal ketika keluar dari Lembaga Pemasyarakatan 2) Bagi Lembaga Pemasyarakatan, hendaknya lebih meningkatkan kualitas pembinaan yang diberikan kepada narapidana (3) Bagi peneliti selanjutnya, diharapkan dapat menggunakan hasil penelitian ini sebagai acuan untuk mengembangkan penelitian tentang pembinaan, kecerdasan emosi dan kontrol diri dengan metode penelitian yang berbeda. Misalnya dengan menggunakan metode penelitian kualitatif untuk lebih menambah keakuratan data