SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2011

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PERBEDAAN KEJENUHAN BELAJAR DITINJAU DARI SISTEM PEMBELAJARAN FULL DAY SCHOOL DAN HALF DAY SCHOOL PADA SISWA SD

BAGUS ADI PERMANA

Abstrak


ABSTRAK

 

Permana, Bagus Adi. 2011, Perbedaan Kejenuhan Belajar Ditinjau Dari Sistem Pembelajaran Full day school Dan Half day school Pada siswa SD. Skripsi. Program Studi psikologi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing I Dra. Sri Weni Utami, M.Si. Pembimbing II Diantini Ida Viatrie, S.Psi, M.Si.

 

Kata kunci: kejenuhan belajar, full day school, half day school

 

Setiap individu tentunya mengalami proses belajar untuk dapat menyesuaikan hidup di masyarakat, dan dalam era modern telah dibentuk sistem sekolah, dimana manusia akan diberikan ilmu pengetahuan dalam tahapan dan minat tertentu. Dalam proses belajar tersebut individu akan mengalami yang disebut kejenuhan belajar, dimana individu merasakan bahwa pengetahuannya tidak  bertambah meskipun telah menjalani belajar.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui:(1) kejenuhan belajar siswa-siswi full day school, (2) kejenuhan belajar siswa-siswi half day school, (3) perbedaan kejenuhan belajar siswa-siswi sistem pembelajaran full day school dan half day school SD di kota Malang.

Rancangan penelitian yang digunakan adalah deskriptif dan komparatif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa-siswi kelas 5 full day school (SD Islam Terpadu Insan Permata) yang berjumlah 43 siswa, dan siswa-siswi kelas 5 half day school (SDN Karang Besuki 1 Malang) berjumlah 38 siswa yang keseluruan digunakan sebagai subjek penelitian. Instrumen yang digunakan adalah angket kejenuhan belajar yang diisi oleh guru sebagai panel penilai. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif dan teknik analisis komparatif (t-test).

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kejenuhan belajar siswa-siswi sistem pembelajaran half day school lebih tinggi daripada full day school, hal ini diketahui pada Analisis Komparatif (Uji-t) yang menunjukkan bahwa mean pada full day school 121,07 dan mean half day school 159,11, dan t Hitung = 4,993 > tTabel = 1,99 dengan p = 0,000 < 0,05. Terdapat perbedaan kejenuhan belajar siswa-siswi sistem pembelajaran full day school dan siswa-siswi half day school SD di kota Malang.

Kejenuhan belajar tinggi lebih banyak dialami oleh siswa di half day school, hal ini dikarenakan kegiatan belajar mengajar hanya dilaksanakan di ruang kelas yang tetap, pembelajaran yang terus-menerus dengan waktu istirahat yang sebentar, tekanan adanya standar nilai kelulusan dalam UASBN yang berdampak pada ditambahkannya jam belajar oleh sekolah sebagai upaya agar seluruh siswanya dapat lulus pada UASBN, kemudian guru menjadi satu-satunya sumber informasi dalam belajar.

Disarankan bagi pengelola sekolah dengan sistem half day school, pembelajaran di kelas perlu diimbangi dengan kegiatan yang rekreatif. Bagi orangtua dan guru untuk lebih meningkatkan komunikasi efektif dengan anak untuk mendeteksi kejenuhan belajar yang dialami anaknya.