SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

HUBUNGAN STRES TERHADAP BURNOUT (KEJENUHAN) MAHASISWA PSIKOLOGI UNIVERSITAS NEGERI MALANG ANGKATAN 2008

Ayu Kurniawati

Abstrak


ABSTRAK

 

Kurniawati, Ayu. 2010. Hubungan Stres Terhadap Burnout Mahasiswa Psikologi Universitas Negeri Malang angkatan 2008. Skripsi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Sri Weni Utami, M.Si, (II) Anies Syafitri, S.Psi, M.Psi

 

Kata Kunci : Stres, Burnout, Mahasiswa

 

Stres yang ditimbulkan oleh kondisi di kampus yang kurang bagus, seperti tugas yang banyak, dimarahi dosen, telah diidentifikasi sebagai penyebab utama terjadinya burnout di kalangan mahasiswa Stres yang dialami oleh individu dalam jangka waktu yang lama dengan intensitas yang cukup tinggi akan mengakibatkan individu yang bersangkutan menderita kelelahan fisik, emosional, maupun mental, keadaan seperti ini disebut burnout.

Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) stres mahasiswa Psikologi, (2) Burnout mahasiswa Psikologi, (3) Pengaruh Stres Terhadap Burnout Mahasiswa Psikologi Universitas Negeri Malang angkatan 2008. Subyek penelitian Mahasiswa Psikologi Universitas Negeri Malang angkatan 2008 yang berjumlah 83 orang dengan menggunakan skala stres dan burnout. Data yang terkumpul dianalisa dengan teknik analisis deskriptif korelasional.

Hasil penelitian terhadap 83 orang mahasiswa psikologi angkatan 2008 menunjukkan bahwa: (1) stres 33 mahasiswa Psikologi (39,8%) berada pada tingkatan sedang, (2 Burnout 31 mahasiswa Psikologi (37,3%) berada pada tingkatan sedang, (3) Terdapat Hubungan Stres Terhadap Burnout Mahasiswa Psikologi Universitas Negeri Malang angkatan 2008. rxy = 0,258

Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disarankan bagi Mahasiswa untuk menyusun jadwal untuk menyelesaikan tugas sehingga mengurangi stres, berolahraga, melakukan relaksasi, mencari rasa nyaman dari orang lain, atau mencari dukungan emosional dari orang-orang di sekitar. Memberikan perhatian, pemahaman, dan mengadakan program atau kegiatan pelatihan cara menghadapi stres yang adaptif, sehingga para remaja mampu menghadapi stres dengan hal-hal positif dan tidak menghadapinya dengan perilaku-perilaku yang kurang bermanfaat.