SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2011

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

EKSPERIMEN PILIHAN KELEKATAN TERHADAP IBU PENGGANTI PADA BAYI KERA

Dewi Ayu Risky Mustika

Abstrak


ABSTRAK

 

Mustika, Dewi Ayu Risky. 2011. Eksperimen Pilihan Kelekatan Terhadap Ibu  Pengganti Pada Bayi Kera. Skripsi, Program Studi Psikologi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. H. Alwisol, M.Pd. (II) Diantini Ida Viatrie, S.Psi., M.Psi.

 

Kata kunci: attachment, eksperimen Harlow, kera

 

Kebanyakan orang berpendapat, perasaan cinta anak kepada ibunya bersumber atau berlatar belakang refleks bayi untuk mempertahankan hidupnya memperoleh nutrisi. Banyak ibu menyalah-artikan apa dan bagaimana tingkah laku lekat/kedekatan anak dan ibu dapat terbentuk. Oleh karena itu, diharapkan penelitian ini dapat memberikan gambaran dan penjelasan agar para ibu atau orang tua mengetahui bahwa apa yang dialami seseorang ketika bayi akan mempengaruhi perkembangannya. Bayi menjadi manusia berkat kelembutan dan kasih sayang yang diterima dari pemeran keibuan.

 Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan anak kera akan lebih memilih berada di dekat ibu pengganti rancangan kawat botol susu atau ibu pengganti kain hangat atau ibu pengganti kain dingin. Hipotesis penelitian ini adalah "Tidak ada perbedaan waktu dalam memilih berada didekat ibu pengganti kain hangat, ibu pengganti  rancangan kawat botol susu dan atau ibu pengganti kain dingin."

Variabel dalam penelitian ini adalah boneka kawat botol susu sebagai pengganti peran ibu yang memberikan ASI kepada bayinya. Bayi membutuhkan nutrisi, dan nutrisi tersebut didapat dari ASI; boneka kawat kain hangat sebagai pengganti peran ibu yang memberikan kehangatan. Bayi yang baru lahir membutuhkan kehangatan seperti dalam kandungan. Kehangatan yang diberikan bayi dapat berupa sentuhan maupun gendongan dari seorang ibu; dan boneka kawat kain dingin sebagai pengganti peran ibu yang memberikan kelembutan namun tidak memberikan kehangatan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama 45 menit diletakkan pada sangkar eksperimen, selama ± 10 menit kera berada pada botol susu, ± 30 menit menit kera berada pada kain hangat, dan ± 5 menit kera berada pada kain dingin. Pada menit-menit tersebut, tidak secara berurutan dan menetap monyet berada pada salah satu sisi tersebut, melainkan sambil berlari-larian dan berpindah-pindah. Dilihat dari hasil penelitian bahwa monyet bayi lebih banyak menghabiskan waktu dalam kain hangat, hal ini mungkin dapat juga diartikan bahwa bayi manusia pun memilih hal yang sama. Bayi memerlukan kualitas hubungan kehangatan fisiologis, kasih sayang, rasa aman, dan tempat bergantung yang baik dengan ibunya.