SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2011

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

ANALISIS JALUR MODEL KETIDAKPUASAN BENTUK TUBUH PADA REMAJA PUTRI

SYILVIANTIA NAJMA

Abstrak


ABSTRAK

 

Najma, Syilviantia. Analisis Jalur Model Ketidakpuasan Bentuk Tubuh pada Remaja Putri. Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1) Drs. H. Alwisol, M.Pd. (II) Diantini Ida Viatrie, S.Psi., M.Psi.

 

Kata Kunci : Ketidakpuasan Bentuk Tubuh, Remaja, Citra Tubuh

 

Ketidakpuasan bentuk tubuh (body dissatisfaction) merupakan evaluasi subjektif yang negatif pada bentuk tubuh ditunjukkan dengan adanya perasaan malu pada penampilan secara keseluruhan saat berada di lingkungan sosial serta adanya ketidaksesuaian antara gambaran tentang tubuh ideal dengan gambaran tubuh yang sebenarnya dan lebih banyak dialami oleh remaja putri. Status berat badan (weight status) adalah kondisi berat badan aktual yang ditentukan oleh indeks massa tubuh. Citra tubuh ideal adalah gambaran tentang karakteristik tubuh baik secara perseptual maupun subjektif yang diharapkan oleh seseorang untuk dimiliki. Sedangkan persepsi teman sebaya mengenai penampilan merupakan hasil pengolahan informasi yang memberi pengetahuan atau pandangan tersendiri dari teman sebaya mengenai gambaran tubuh ideal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara ketidakpuasan bentuk tubuh pada remaja putri dengan status berat badan, citra tubuh ideal dan persepsi teman sebaya mengenai penampilan dalam suatu model ketidakpuasan bentuk tubuh pada remaja putri.

Rancangan penelitian yang digunakan disesuaikan dengan rancangan model teoritik. Populasi penelitian terdiri dari seluruh siswi kelas X dan XI di SMAN 1 dan SMAN 3 Malang dengan pengambilan sampel menggunakan cluster sampling. Sampel seluruhnya berjumlah 66 orang. Instrumen yang digunakan berupa alat ukur tinggi badan dan berat badan untuk mengetahui status berat badan, sedangkan variabel ketidakpuasan bentuk tubuh, citra tubuh ideal, dan persepsi teman sebaya mengenai penampilan. Skala persepsi teman sebaya diisi oleh lima orang teman dari subjek penelitian.

Hasil analisis jalur terhadap pengaruh antar variabel menunjukkan bahwa pada remaja putri status berat badan, citra tubuh ideal, dan persepsi teman sebaya mempengaruhi ketidakpuasan terhadap bentuk tubuh. Status berat badan mempengaruhi citra tubuh ideal dan kemudian membentuk ketidakpuasan bentuk tubuh. Selain itu, status berat badan mempengaruhi persepi teman sebaya dan kemudian membentuk ketidakpuasan bentuk tubuh. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan bagi para remaja putri untuk tidak membuat standar penampilan menurut diri yang terlalu tinggi sehingga sulit untuk dicapai dan lebih menerima kondisi fisik aktualnya dengan memandang bahwa tubuh yang baik adalah tubuh yang sehat dan seimbang bukan hanya sekedar kurus dan ramping.