SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2011

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

pengembangan instrumen pemahaman kepribadian dalam bentuk kartu Bridge di Sekolah Menengah Pertama

Muwakhidah .

Abstrak


ABSTRAK

 

Muwakhidah. 2011. Pengembangan Instrumen Pemahaman Kepribadian Dalam Bentuk Kartu Bridge Di Sekolah Menengah Pertama. Skripsi, Bimbingan Konseling dan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Nur Hidayah, M.Pd., (II) Dr. M. Ramli, M.A.

 

Kata Kunci: instrumen, kartu Bridge, kepribadian

 

Siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) berada pada tahap perkembangan remaja. Tugas perkembangan utama remaja adalah membentuk identitas. Dalam membentuk suatu identitas, siswa terlebih dahulu harus mampu memahami kecenderungan kepribadian yang dimiliki. Selama ini di sekolah-sekolah untuk memahami kepribadian dilakukan dengan tes psikologi. Namun karena mahalnya biaya tes, maka tidak semua sekolah mampu menyelenggarakan tes psikologi tersebut. Selain itu inventori yang dikembangkan untuk mengungkap kepibadian kurang memiliki keefektifan dan efesien dalam penggunaan. Disisi lain belum tersedianya alat ungkap kepribadian yang menyerupai tes psikologi yang dapat dipergunakan konselor SMP. Oleh karena itu melalui penelitian ini dikembangkan alat ungkap kepribadian dengan media kartu Bridge.

Tujuan pengembangan ini adalah menghasilkan instrumen pemahaman kepribadian dalam bentuk kartu Bridge di SMP yang berterima secara teoritis dan praktis yang dapat digunakan oleh konselor SMP sebagai alat untuk membantu mengetahui arah kecenderungan kepribadian siswa. Pengembangan media kartu Bridge ini mengadaptasi langkah-langkah model Borg and Gall (1983) yang terdiri atas 10 tahap dan dilakukan semuanya. Subjek uji coba produk adalah ahli konstruk, ahli media, siswa kelas VIII SMP LAB UM dan SMPN 4 Malang (tiap sekolah diambil 40 siswa). Penilaian dilakukan oleh ahli BK, ahli media dan uji kelompok kecil.

Hasil pengembangan menunjukkan tingkat kevalidan instrumen pemahaman kepribadian dalam bentuk kartu Bridge dengan validitas masing-masing tipe kepribadian di atas 0,127 serta reliabilitas diatas 0,60. Hasil penilaian ahli konstruk pada aspek kesesuaian sub variabel dengan indikator, indikator dengan deskriptor dan deskriptor dengan butir pernyataan diperoleh rata-rata skor 3. Hasil penilaian ahli media pada aspek kegunaan, ketepatan, kejelasan, keefektifan, kemenarikan masing-masing tipe kepribadian diperoleh rata-rata skor 3. Demikian hasil implementasi produk dengan 20 siswa, didapatkan tingkat keberterimaan penggunaan pada kategori "Baik".

Berdasarkan hasil penelitian tersebut, maka saran yang diajukan adalah: (1) konselor hendaknya terampil menggunakan media kartu Bridge, serta mampu memahami dan melakukan tiap tahapan dalam media kartu Bridge sebagai pemahaman kepribadian siswa SMP, (2) Peneliti selanjutnya disarankan meneliti dengan kriteria validitas eksternal (membandingkan dengan tes yang sejenis, misalnya tes Myers-Briggs Type Indicator) dari media kartu Bridge yang dikembangkan, penormaan, dan memperbanyak keragaman populasi dan wilayah penelitian