SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2011

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

HUBUNGAN ANTARA POLA ASUH DEMOKRATIS ORANG TUA DAN KEMANDIRIAN EMOSI PADA REMAJA AKHIR DI KOTA MALANG

DIAR ARSYIANTI

Abstrak


ABSTRAK

 

Arsyianti, Diar. 2011. Hubungan antara Pola Asuh Demokratis Orang Tua dan Kemandirian Emosi pada Remaja. Skripsi, Program Studi Psikologi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Fattah Hanurawan M.Si, (2) Nur Eva S.Psi, M.Psi.

 

Kata Kunci : pola asuh demokratis orang tua , kemandirian emosi.

 

Pola asuh orang tua sangat menentukan perkembangan remaja. Salah satu pola asuh yang ideal adalah pola asuh asuh demokratis. Pola asuh ini dapat membentuk remaja memiliki kemandirian emosi. Kemandirian emosi adalah kemampuan memecahkan ketergantungannya (sifat kekanak-kanakannya) dari orangtua dan remaja dapat memuaskan kebutuhan kasih sayang dan keakraban di luar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) gambaran pola asuh demokratis orang tua, (2) gambaran kemandirian emosi, dan 3) mengetahui hubungan antara pola asuh demokratis orang tua dan kemandirian emosi pada remaja.

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dan merupakan penelitian korelasional dengan teknik purposive sampling. Subyek dalam penelitian ini sebanyak 100 remaja yang berusia 16-18 tahun dan sejak kecil tinggal dengan orang tuanya. Instrumen yang digunakan adalah Skala Pola Asuh Demokratis orang tua dan Skala Kemandirian Emosi yang telah teruji validitasnya dengan teknik korelasi Product Moment dan reliabilitasnya dengan teknik Alpha-Cronbach. Koefisien validitas Skala Pola Asuh Demokratis orang tua pada kisaran 0,258-0,705 dan Skala Kemandirian Emosi pada kisaran 0,309-0,618. Sementara  reliabilitas skala pola asuh demokratis orang tua sebesar 0,840 dan reliabilitas skala kemandirian emosi sebesar 0,867.

Hasil analisis deskriptif menunjukkan : (1) Sebanyak 19 orang (19%) remaja yang memiliki tingkat pola asuh demokratis orang tua tergolong tinggi, 65 orang (65%) tergolong sedang, dan 16 orang (16%) tergolong rendah, (2)  Remaja yang memiliki tingkat kemandirian emosi tinggi sebanyak 17 orang (17%), 56 orang (56%)  sedang dan 27 orang (27%) kategori rendah (3) Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara pola asuh demokratis orang tua dan kemandirian emosi (rxy = 0,815 sig = 0,001 < 0,05). Artinya, semakin tinggi pola asuh demokratis orang tua maka semakin tinggi kemandirian emosinya, sebaliknya semakin rendah pola asuh demokratis maka semakin rendah pula kemandirian emosinya.