SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2011

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENGEMBANGAN PAKET PENDIDIKAN SEKS UNTUK SISWA SMP

LINA MAULIDA

Abstrak


ABSTRAK

 

Maulida, Lina. 2011. Pengembangan Paket Pendidikan Seks untuk Siswa SMP. Skripsi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Henny Indreswari, M.Pd. (II) Drs. Harmiyanto.

 

Kata kunci: pengembangan paket, pendidikan seks, siswa SMP

 

Siswa SMP termasuk kelompok usia remaja. Masa remaja merupakan bagian penting dalam perkembangan individu. Pada masa ini tejadi kematangan organ-organ fisik (seksual), sehingga mampu memproduksi hormon seks pada remaja (siswa). Kurangnya informasi tentang pendidikan seks dapat menimbulkan penyimpangan-penyimpangan seksual pada remaja. Kasus penyimpangan seks, penyakit menular seksual, aborsi, kehamilan yang tidak diinginkan banyak dialami oleh remaja saat ini.

Tujuan dari penelitian ini adalah menghasilkan sebuah paket pendidikan seks yang berguna, layak, tepat, dan menarik bagi siswa SMP. Produk yang dihasilkan dari pengembangan ini adalah Paket Pendidikan Seks yang terdiri atas (1) panduan Paket Pendidikan Seks untuk konselor, (2) materi Paket Pendidikan Seks untuk siswa, dan (3) lembar jawaban siswa; yang meliputi lembar jawaban untuk materi: (I) Tumbuh Kembang Remaja, (II) Pendidikan Seks, (III) Perilaku Seksual Menyimpang, (IV) Penyakit Menular Seksual. Paket ini disusun dengan menggunakan model pembelajaran experiential learning. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang menggunakan langkah-langkah pengembangan dari Borg & Gall yang terdiri atas tahap perencanaan, tahap pengembangan produk, dan tahap uji coba. Subyek uji coba adalah ahli, yaitu ahli bimbingan dan konseling dan ahli bahasa. Subyek uji coba yang lain adalah uji calon pengguna produk, yaitu konselor; dan uji kelompok kecil, yaitu satu kelas siswa SMP. Data dikumpulkan melalui format uji ahli, uji calon pengguna, dan uji kelompok kecil yang berupa skala penilaian. Data yang diperoleh adalah data kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif dianalisis dengan menggunakan analisis rerata dan data kualitatif dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif.

Berdasarkan penilaian ahli BK, Paket Pendidikan Seks untuk Siswa SMP dilihat dari aspek kegunaan hasilnya sangat berguna dengan rerata 3,7. Dilihat dari aspek kelayakan, paket ini sangat layak diberikan kepada siswa dengan rerata 3,4. Dari aspek ketepatan, paket ini sangat tepat dengan rerata 3,2. Adapun aspek kemenarikan, paket ini sangat menarik dengan rerata 4, sedangkan menurut ahli Bahasa, Paket Pendidikan Seks untuk Siswa SMP hasilnya sangat tepat, dilihat dari kejelasan, kesesuaian, hubungan kalimat satu dengan yang lain, dan bahasa yang digunakan untuk siswa dengan rerata 3,4. Berdasarkan hasil uji calon pengguna produk (konselor), dilihat dari aspek kegunaan, hasilnya paket ini sangat berguna dengan rerata 3,4. Dilihat dari aspek kelayakan, hasilnya paket ini sangat layak dengan rerata 3,4; aspek ketepatan, paket ini sangat tepat dengan rerata 3,3; dan aspek kemenarikan, paket ini sangat menarik dengan rerata 3,5. Berdasarkan uji kelompok kecil (siswa), Paket Bimbingan Pendidikan Seks dilihat dari aspek kegunaan, hasilnya sangat berguna dengan rerata 3,6; aspek kelayakan, paket ini sangat layak dengan rerata 3,6; aspek ketepatan, paket ini sangat tepat dengan rerata 3,6, dan aspek kemenarikan, paket ini sangat menarik dengan rerata 3,8.

Berdasarkan hasil penelitian tersebut, saran yang diberikan adalah: (1) konselor sebagai pelaksana kegiatan yang menggunakan paket pendidikan seks, dapat menggunakan berbagai teknik dalam menyampaikan paket pendidikan seks, misalnya dengan teknik bimbingan kelompok seperti, diskusi tentang kasus seputar pendidikan seks, homeroom, maupun karya wisata (field trip) ke lembaga kesehatan, misalnya BKKBN, (2) konselor lebih kreatif dalam mengatur waktu mengingat minimnya jam tatap muka, misalnya dengan menambah jam tatap muka di luar jam pelajaran BK atas sepengetahuan dan persetujuan dari kepala sekolah, atau mencari peluang waktu lain tanpa mengganggu kegiatan pembelajaran, dan siswa dapat melakukannya secara mandiri, (3) untuk pengembangan produk lanjutan, dapat melakukan uji efektivitas paket pendidikan seks untuk mengetahui efektivitas dan kelayakan penerapan paket pendidikan seks pada khalayak sasaran.